Ratusan Pengemudi Ojek Online Tetap Akan Berdemo 18-8-18, Sebab..

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) berjalan menuju gedung DPR untuk melakukan aksi unjuk rasa, Senayan, Jakarta Pusat, 23 April 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) berjalan menuju gedung DPR untuk melakukan aksi unjuk rasa, Senayan, Jakarta Pusat, 23 April 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Seusai Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menunda demonstrasi pada pembukaan Asian Games, ada sejumlah komunitas ojek online yang tetap akan melancarkan aksi, besok, Sabtu, 18 Agustus 2018.

    Tujuan aksi demo ojek online tersebut tak lain adalah menuntut pemerintah bersikap tegas terhadap pihak aplikator.

    Baca: Ojek Online Batal Unjuk Rasa di Pembukaan Asian Games

    "Tujuan kita, ya, memberi tahu ke pemerintah kalau kita tidak main-main. Pemerintah harus tegas sama aplikator. Ingatlah sama nasib kita (pengemudi ojek online)," kata Kemed, salah seorang ketua komunitas ojek online, yang juga salah satu presidium Garda, saat dihubungi pada Jumat, 17 Agustus 2018.

    Meski menjadi salah satu presidium, ia mengaku tidak hadir dalam konferensi pers yang diadakan Garda pada 16 Agustus lalu. Menurut Kemed, konferensi yang berbuah penggantian demo dengan aksi off-bid atau mogok kerja tersebut justru hanya disetujui tiga dari 11 presidium dalam Garda.

    "Off-bid itu kan hanya dilakukan oleh yang mundur dari aksi (demo), yaitu ada tiga presidium. Jadi bukan keputusan semua presidium Garda," ujarnya.

    Ia juga mengetahui 18 Agustus bertepatan dengan pembukaan Asian Games 2018. Namun ia berpendapat momen itu adalah pilihan terakhir untuk turun ke jalan setelah tidak menemui titik terang saat tawar-menawar dengan pemerintah dan aplikator.

    Simak: Shelter Ojek Online Caplok Trotoar, Pejalan Kaki: Digeser Saja

    "Nasionalisme pasti ada. Cuma kan balik lagi ini urusan perut. Jika negara tidak mau malu, kenapa tidak mau membantu nasib para driver," ucapnya.

    Menurutnya, aksi demo akan diikuti sekitar 500-800 pengemudi ojek online. Namun, ketika ditanya di mana aksi demo tersebut akan digelar, ia tidak berkenan memberikan jawaban.

    Dihubungi pada hari yang sama, Yohannes Ben selaku penanggung jawab aksi Garda mengamini bahwa tidak semua presidium menyetujui penundaan aksi demo. Namun ia merevisi bahwa terdapat lima presidium yang setuju, bukan tiga seperti yang dikatakan Kemed.

    Baca juga : Mahasiswa UI Desain Pengganti Jembatan Gantung Indiana Jones

    Selain itu, ia menegaskan pihaknya tidak akan bertanggung jawab terhadap siapa pun yang tetap menggelar demo pada 18 Agustus.

    "Seperti yang saya tegaskan kemarin (saat konferensi pers), kami tidak bertanggung jawab terhadap risiko secara moril maupun materiil pada siapa pun yang ikut aksi 188 mengatasnamakan Garda," kata Yohannes tentang rencana ratusan pengemudi ojek online tetap menggelar demonstrasi pada esok hari.

    EDO JUVANO | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.