Empat Rangkaian Kereta MRT Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membongkar muat gerbong kereta MRT Jakarta yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 4 April 2018. Gerbong kereta tersebut diantarkan langsung dari Jepang menuju ke Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas membongkar muat gerbong kereta MRT Jakarta yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 4 April 2018. Gerbong kereta tersebut diantarkan langsung dari Jepang menuju ke Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta - Sebanyak empat rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Sabtu pagi, 18 Agustus 2018. Masing-nasing rangkaian terdiri dari enam kereta. “Sehingga total ada 24 kereta yang tiba hari ini,” kata Kepala Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 Agustus 2018.

    Baca: Kereta MRT Jakarta Berjalan Tanpa Pengemudi, Ini Teknologinya

    Menurut Tubagus, rangkaian kereta itu dibawa dari Toyohashi, Jepang, sejak 4 Agustus 2018. “Jadi sekitar 14 hari mengarungi lautan,” katanya.

    Empat rangkaian kereta itu, kata Tubagus, melengkapi dua rangkaian kereta yang sudah datang lebih duku, yitu pada April 2018. Dua rangkaian kereta tersebut tengah diuji dalam System Acceptance Test (SAT).

    Dengan tibanya empat kereta tersebut, saat ini 6 dari 16 rangkaian kereta untuk fase 1 MRT Jakarta (Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia) telah berada di Jakarta.

    "Secara bertahap, rangkaian-rangkaian kereta akan terus dikirimkan ke Jakarta hingga memenuhi jumlah tersebut dengan jadwal pengiriman rangkaian kereta terakhir pada November 2018," kata Tubagus.

    Baca: Tiga Kereta MRT Telah Tiba di Depo Lebak Bulus

    Rencananya, keempat rangkaian kereta akan dikirim ke Depo MRT Lebak Bulus secara bertahap mulai malam ini hingga besok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.