Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Lombok, Anies: Dari Warga DKI

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi korban gempa bumi menjemur sisa nasi di tempat pengungsian di Desa Kayangan, Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 11 Agustus 2018. Gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter ini terjadi pada Ahad, 5 Agustus 2018. ANTARA/Zabur Karuru.

    Pengungsi korban gempa bumi menjemur sisa nasi di tempat pengungsian di Desa Kayangan, Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 11 Agustus 2018. Gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter ini terjadi pada Ahad, 5 Agustus 2018. ANTARA/Zabur Karuru.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalurkan bantuan logistik seberat 212 ton kepada korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan disalurkan melalui lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bantuan berasal dari sumbangan warga Ibu Kota.

    "Warga Jakarta secara fisik lokasinya jauh dari Lombok, tapi hatinya dekat," kata Anies saat penyerahan bantuan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Ahad, 19 Agustus 2018.

    Pada kesempatan itu, Anies menyinggung peran media yang memberitakan kondisi di Lombok hingga menjadi perhatian nasional dan dunia. Dia berharap pemberitaan tentang Lombok tetap berlangsung. "Ini tidak tak kalah penting dari persoalan politik, tak kalah menarik dari persoalan ekonomi," ujar Anies.

    Baca: Anies Baswedan Lepas Bantuan Warga Jakarta untuk Lombok

    Presiden ACT Ahyudin mengatakan bantuan dari Jakarta ke Lombok sudah mulai disalurkan sejak 29 Juli lalu. Total bantuan logistik yang disalurkan hingga saat ini dari Jakarta seberat 1.300 ton.

    Ahyudin mengatakan bantuan logistik kali ini berisi tenda, selimut, penjernih air, makanan, susu, dan lain-lain. Sebanyak 212 ton bantuan logistik diangkut dengan 20 truk.

    Ahyudin mengatakan gempa Lombok merupakan bencana besar. Untuk itu, bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan. Kondisi darurat di Lombok diperkirakan akan berlangsung hingga tiga bulan. "Maka, tanpa bantuan dari kita enggak akan normal itu," ujar Ahyudin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.