Anies Baswedan Teruskan Kebijakan Ahok Soal Hewan Kurban

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat sapi kurban asal Sumbawa di atas KM Camara Nusantara 4 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 19 Agustus 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat sapi kurban asal Sumbawa di atas KM Camara Nusantara 4 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 19 Agustus 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan wali kota, camat, dan lurah untuk menertibkan pedagang hewan kurban di trotoar dan jalan. Ia merasa perlu untuk menegaskan kembali perintah itu karena banyak pedagang yang tidak mengikuti aturan.

    Baca: 
    Anies Lanjutkan Kebijakan Ahok, Begini Aturan Hewan Kurban di DKI

    "Penjualan (hewan kurban) bukan di trotoar dan pinggir jalan," kata Anies di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 19 Agustus 2018.

    Larangan tentang penjualan dan pemotongan hewan kurban di trotoar dibuat pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Larangan ini diatur melalui Instruksi Gubernur Nomor 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan, dan Pemotongan Hewan.

    Baca: 
    Idul Adha 2018, Beda Anies dan Anak Buah Soal Lapak Hewan Kurban

    Saat itu Ahok menilai, penempatan dan pemotongan hewan kurban harus diatur untuk menghindari penularan penyakit antraks. Karena itu ia melarang hewan kurban berada di dekat permukiman penduduk. "Kami mengimbau semuanya mengikuti aturan ini," ujar Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.