Pencemaran Nama Nikita Mirzani, Sam Aliano Mendatangi Polda Metro

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Sam Aliano melaporkan YouTube dan Facebook ke Bareskrim Polri, di Jakarta Pusat Kamis, 24 Mei 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni

    Pengusaha Sam Aliano melaporkan YouTube dan Facebook ke Bareskrim Polri, di Jakarta Pusat Kamis, 24 Mei 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengusaha Sam Aliano memenuhi pemanggilan penyidik Polda Metro Jaya hari ini, 20 Agustus 2018. Kuasa hukum Sam Aliano, Fahri Timur, menyatakan pemanggilan itu sehubungan dengan ditetapkannya Sam sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik Nikita Mirzani.

    "Pak Sam Aliano dipanggil Polda karena statusnya ditingkatkan jadi tersangka" kata Fahri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 20 Agustus 2018.

    Baca : Disebut Tersangka Oleh Kubu Nikita Mirzani, Ini Kata Sam Aliano

    Sam Aliano tiba di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pukul 10.37 WIB. Hari ini adalah pemeriksaan pertama Sam sebagai tersangka. Dia mengenakan kemeja putih dengan jas hitam sembari ditemani Fahri Timur. Sam mengatakan kecewa dengan penetapannya sebagai tersangka.

    Pada Senin, 9 Oktober 2017, Nikita Mirzani melalui kuasa hukumnya melaporkan beberapa pihak termasuk Sam Aliano ke Polda Metro Jaya karena dianggap melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Hingga kini polisi baru menetapkan satu orang tersangka.

    Laporan Sam Aliano terhadap Nikita Mirzani tersebut berimbas adanya pencekalan tayang di televisi dan beberapa kontrak kerja Nikita dinonaktifkan sementara. Nikita merasa dirugikan secara materi.

    Simak pula :
    Asian Games 2018, Pengamanan Perjalanan Bus-bus Atlet Berlapis

    Sam Aliano menjelaskan bahwa kedatangannya ke KPI pada Jumat, 6 Oktober 2017, adalah untuk meminta KPI mencekal artis yang dianggap menghina Jenderal Gatot Nurmantyo dan memecah belah persatuan bangsa. Laporannya tidak spesifik hanya terhadap Nikita Mirzani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.