Ini 5 Fakta Proyek Seni Instalasi Getih Getah Ide Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seni instalasi dari bambu karya Joko Dwi Avianto yang dipasang di wilayah Bunderan Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu, 15 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    Seni instalasi dari bambu karya Joko Dwi Avianto yang dipasang di wilayah Bunderan Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu, 15 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meresmikan seni instalasi bambu bertajuk Getih Getah karya Joko Avianto di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat .

    Seni instalasi bambu Getih Getah karya seniman asal Bandung itu, dibangun untuk memeriahkan perhelatan Asian Games 2018 yang digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

    Proyek instalasi itu sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Nama Getih Getah bermakna Merah Putih.
    Baca : Cerita Pembuat Instalasi Bambu di Bundaran HI Ditantang Anies Baswedan

    Menurut Anies Baswedan, kehadiran instalasi bambu itu mengirimkan pesan bahwa masih ada sisi tradisional di tengah gedung-gedung yang mengelilingi Bundaran HI. Ia pun menyebut instalasi tersebut sebagai karya yang lembut, sederhana, tapi kompleks.

    Setidaknya ada 5 fakta menarik dari proyek seni instalasi ruangan terbuka tersebut. Pertama soal sumber dana. Gubernur Anies Baswedan mengatakan, instalasi itu dibangun dengan dana dari konsorsium dari sekitar sepuluh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

    "Anggarannya sekitar Rp 550 juta," kata Anies Baswedan di Bundaran HI, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berswafoto dengan seniman bambu, Joko Avianto, dalam peresmian instalasi karya bambu Getah Getih dan peluncuran peta Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Peresmian Getah Getih dan pembagian peta Jakarta dalam rangka menyambut HUT ke-73 RI dan Asian Games 2018. Tempo/Amston Probel

    Kedua, cikal bakal ide proyek instalasi. Anies menceritakan, dia mengenal Joko Avianto sejak Oktober 2015 di Frankfurt, Jerman. Ketika menjadi Menteri Pendidikan, Anies Baswedan menyaksikan karya Joko Avianto yang dipamerkan di Jerman. Karya Joko Avianto mendapat apresiasi di sana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?