Calo Tiket Asian Games Berkeliaran, Begini Cara Menghindarinya

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiket Box Asian Games terlihat sepi pada siang hari ini, Senin, 20 Agustus 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Tiket Box Asian Games terlihat sepi pada siang hari ini, Senin, 20 Agustus 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat mengeluhkan maraknya praktik percaloan di arena Asian Games 2018. Mereka kesulitan mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan karena sebagian besar sudah diborong calo.

    Baca:
    Penonton Kesulitan Beli Tiket Asian Games, Diborong Calo?

    Isfanz Ainu -petugas Asian Games 2018 yang mengenakan tanda “Ask Me,” – membenarkan para calo memang banyak berkeliaran di tiket boks di di sekitar kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Namun dia memiliki sejumlah tip untuk menghindari para calo itu.

    Menurut dia, pengunjung mesti datang lebih pagi untuk membeli tiket on the spot jika tidak membeli secara online. "Tiket on the spot hanya untuk menyaksikan pertandingan hari itu, tak bisa membeli tiket untuk pertandingan hari lain," ucap Isfanz di sekitar Gate 5 GBK, Senin, 20 Agustus 2018.

    Dengan datang lebih awal, kesempatan penonton mendapat tiket pertandingan lebih besar. Cara lainnya adalah mengunduh aplikasi Asian Games 2018 di Play Store via telepon seluler Android. "Di sana ada panduan dan jadwal pertandingan sampai soal pembelian tiket," katanya.

    Simak juga: Penjualan Tiket Asian Games Dikeluhkan, INASGOC Minta Maaf

    Para calo menawari tiket pertandingan Asian Games dengan harga jauh lebih tinggi dari harga normal, bahkan bisa mencapai 300-400 persen. Tiket pertandingan basket, misalnya, dibanderol Rp 350-400 ribu, padahal harga resmi hanya Rp 100 ribu. Kalau tiket pertandingan bulu tangkis kemarin ditawarkan Rp 200-250 ribu, sementara di loket dijual Rp 150 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.