Keluhan di Wisma Atlet Asian Games, dari Kulkas Sampai ...

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu kamar atlet di Wisma Atlet Kemayoran dari atlet pencak silat, Prima  J Lubis, yang pemain film The Raid. Kemayoran. Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    Salah satu kamar atlet di Wisma Atlet Kemayoran dari atlet pencak silat, Prima J Lubis, yang pemain film The Raid. Kemayoran. Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Eris Heryanto menerangkan upaya mengatasi keluhan di Wisma Atlet Kemayoran. Keluhan di antaranya datang dari delegasi Korea Selatan dan diberitakan media lokal di negara itu.

    Baca:
    Banyak Kecoak di Kamar Atlet Asian Games? Ini Jawab Inasgoc

    Menurut Eris, keluhan yang muncul dari pimpinan delegasi negara peserta Asian Games adalah tidak adanya televisi dan kulkas di kamar para atlet. Eris menjelaskan kalau panitia memang tak memberi televisi di setiap kamar.

    Namun mereka telah menyediakan televisi di setiap lounge. "Ini sudah diketahui oleh Olympic Council of Asia (OCA). Tidak ada masalah," tutur dia, Selasa 21 Agustus 2018.

    Sebelumnya, media The Korean Times memberitakan ihwal keluhan pelatih cabang olah raga basket Korea Selatan. Keluhan memang soal kamar di Wisma Atlet Kemayoran yang tidak dilengkapi televisi dan kulkas.

    Tapi ada juga keluhan kamar yang terlalu sempit untuk ukuran para pemain basket. Menurutnya, para pemain tetap mengeluh meski telah disediakan sofa tambahan sepanjang 30 sentimeter.

    Terkait tidak adanya kulkas, delegasi Korea Selatan bahkan sampai menghubungi Komite Olahrada dan Olimpiade Korea untuk mengirimkan mereka es batu.

    "Saya terkadang melihat kecoak di dalam kamar," kata pelatih itu dikutip dari koreantimes.co.kr. "Ini lebih buruk daripada penjara. Rasanya seperti kita datang ke sini untuk kamp pelatihan, bukan Asian Games."

    Perihal serangga kecoak, Eris menyangkalnya. “Untuk kecoa kok ga mungkin, ya. Ini kan bangunan baru,” kata dia.

    Ketua INASGOC Erick Thohir dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meninjau kondisi Kali Sunter, yang berada persis di sebelah Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 26 Februari 2018. Tempo/Egi Adyatama

    Baca juga:
    Anies Bilang Kali Item Tak Bau Lagi, Apa Kata Warga Sekitar?
    Kali Item Era Ahok Jernih dan Bersih? Simak Cek Fakta Ini

    Wisma Atlet Kemayoran memiliki 10 tower untuk wisma atlet di dua lokasi. Tujuh tower dengan 5.494 unit berdaya tampung 16.482 orang di Blok D10 Kawasan Kemayoran, tepatnya di samping RS Mitra Keluarga Kemayoran.

    Tiga tower lainnya berada di Blok C2 yang berlokasi sebelum pintu tol Ancol. Tiga tower tersebut dibangun sebanyak 1.932 unit dengan daya tampung 5.796 orang.

    Inasgoc sebelumnya memprediksi sebanyak 15 ribu lebih atlet dan ofisial akan datang ke Indonesia dalam rangka Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang berlangsung pada 18 Agustus-2 September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.