Idul Adha 2018, Jumlah Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Menyusut

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sapi kurban Milik Presiden Jokowi (kanan) dan Wapres Jusuf Kalla usai tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta, 31 Agustus 2017. TEMPO/Dewi

    Sapi kurban Milik Presiden Jokowi (kanan) dan Wapres Jusuf Kalla usai tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta, 31 Agustus 2017. TEMPO/Dewi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga Selasa siang, 21 Agustus 2018, Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat baru menerima hewan kurban sebanyak 10 sapi dan seekor kambing. Jumlah ini, jika tak bertambah lagi hingga Hari Raya Idul Adha pada Rabu 22 Agustus 2018, jauh lebih sedikit daripada dua tahun sebelumnya.

    Baca:
    Mengamuk Sebelum Dikurbankan, Sapi Kabur ke Stasiun Kereta Tebet 

    Seperti diketahui, pada Idul Adha 2017 Masjid Istiqlal menyembelih 27 sapi dan 26 kambing. Jumlah itu sendiri sudah menurun dari 2016 dimana Masjid Istiqlal menerima hingga 32 sapi.

    Data jumlah hewan kurban itu diungkap Kepala Bidang Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam. Ditemui pada Selasa siang, dia menerangkan kalau pembagian daging kurban pada Idul Adha 2018 akan melanjutkan sistem yang sudah dimulai tahun lalu, yakni diantar langsung ke alamat penerima.

    Baca:
    Idul Adha 2018, 22 Hewan Kurban di DKI Ditemukan Cacat

    "Tidak ada evaluasinya. Cuma kami selalu berusaha dari tahun ke tahun agar pendistribusian itu lebih cepat, biar dagingnya juga masih segar sampai di masyarakat," tutur Abdul

    Dia menerangkan sudah ada koordinator di setiap RT, RW dan kelurahan yang akan dibagikan daging. Namun jumlah paket dipastikan tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

    Pada 2016 Masjid Istiqlal membagikan hingga 6.000 paket daging. Sedang pada 2017 dengan 27 sapi dan 26 kambing yang disembelih didapat sekitar 4.500 paket.

    Baca juga:
    Keluhan di Wisma Atlet Asian Games, dari Kulkas Sampai ...

    Tapi, yang sama dengan Idul Adha tahun-tahun sebelumnya, Abdul menerangkan, “Semua hewan kurban tersebut memiliki surat kesehatan sehingga aman untuk dikurbankan.”

    EDO JUVANO | ZW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.