Kehilangan Rp 1,5 Juta, Majikan Botaki Eks Pembantu Rumah Tangga

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penganiayaan wanita. Shutterstock

    Ilustrasi penganiayaan wanita. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bogor – Polres Bogor menangkap terduga pelaku penganiayaan terhadap mantan pembantu rumah tangga di rumahnya yang diduga mencuri. Pelaku ditangkap di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Rabu dinihari.

    Baca: Baru Sehari, PRT Gasak Perhiasan Majikannya Senilai Rp 50 Juta

    “Kejadiannya pada tanggal 10 Agustus 2018, korban berinisal MG (28) yang sedang bekerja di salah satu pabrik konveksi didatangi pelaku dan dianiaya,” kata Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar, Andy M. Dicky di Mapolres Bogor, Rabu 22 Agustus 2018.

    Dicky mengatakan, dugaan motif tersangka berinisial EA, 38 tahun, melakukan penganiayaan karena curiga MG yang pernah bekerja di rumahnya mencuri uangnya.

    “Korban pernah bekerja di rumah EA selama dua bulan, dalam kurun waktu itu, tersangka kehilangan uang senilai Rp1,5 juta dan menuduh korban yang mencurinya,” lanjut Dicky.

    Dicky menambahkan, pelaku sempat melaporkan kejadian kehilangan uang itu ke Polsek Tangerang Selatan. Namun tidak terbukti ada tindakan pencurian uang oleh pembantu rumah tangga.

    “Tidak puas dengan hasil dari Polsek Tangsel, pelaku akhirnya menganiaya korban,” kata Dicky.

    Baca: Pelaku Pembunuhan Pembantu Hamil Diancam Hukuman Maksimal

    Pelaku menganiaya korban di pabrik konveksi dengan cara memukul dan mencukur rambut mantan pembantu rumah tangga di rumahnya itu hingga botak. Pelaku juga membawa korban ke rumahnya di Jakarta.

    “Korban akhirnya dijemput oleh pihak keluarga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parungpanjang,” kata Dicky.

    Pelaku penganiayaan terhadap mantan pembantu rumah tangga itu diringkus saat sedang melintas di Jl. Raya Parung, Kabupaten Bogor pada Rabu dinihari sekitar pukul 03.00. Dengan barang bukti satu unit kendaraan roda 4 (empat) Suzuki Ertiga, dua unit handphone, dan satu unit alat cukur. “Pelaku dijerat dengan pasal 365 dan atau 352 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” kata Dicky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.