Pasca Kasus Pebasket Jepang Sewa PSK, Little Tokyo Blok M Sepi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kawasan Melawai, Blok M. Dok TEMPO

    Ilustrasi kawasan Melawai, Blok M. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta – Pasca kasus empat pemain basket Jepang di Asian Games 2018 menyewa PSK, kawasan Little Tokyo Blok M, Jakarta Selatan pada pukul 23.00 WIB Rabu, 22 Juli 2018, tampak sepi.

    Baca juga: Satpol PP Razia PSK Usai Insiden 4 Atlet Jepang Asian Games 2018

    “Lagi hari besar (Lebaran Idul Adha), jadi pada tutup semua,” ujar Sodiqin, penjual minuman yang biasa mangkal di kawasan tersebut.

    Sodiqin menjelaskan di hari besar Islam, seperti Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, tempat hiburan malam bar dan karaoke selalu tutup. Namun di hari biasa, bar dan karaoke itu selalu dipenuhi pengunjung, seperti saat empat atlet Jepang berkunjung pada Kamis, 16 Juli 2018.

    Dari pantauan Tempo di Little Tokyo Rabu malam, semua lokasi karaoke dan bar di sana terlihat tutup. Hanya beberapa restoran makanan Jepang yang buka pada malam Idul Adha ini. Selain itu, hanya tampak beberapa pengunjung yang datang ke kawasan hiburan malam tersebut.

    Delegasi Jepang untuk Asian Games, Yasuhiro Yamashita mengatakan pada 16 Agustus 2018, keempat atlet, yakni Takuya Hashimoto, Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura meninggalkan perkampungan atlet untuk makan di restoran Jepang di kawasan Little Tokyo, Blok M, Jakarta Selatan.

    Namun, keempatnya tak langsung pulang ke Wisma Atlet usai santap malam itu. Mereka justru bermalam dengan PSK di sebuah hotel hingga pagi.

    "Ini merupakan pelanggaran disiplin dan saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Jepang dan semua yang mendukung kami. Saya bertekad untuk menghindari masalah-masalah disiplin seperti ini lagi," ujar Yamashita.

    Setelah ketahuan menyewa jasa wanita penghibur, Jepang memulangkan empat atlet itu pada 20 Agustus lalu. Yasuhiro mengatakan para atlet pulang ke Jepang dengan biaya sendiri.

    Usai insiden itu, Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan langsung menggelar razia di kawasan itu. Hasilnya, pada 20 Agustus lalu, enam wanita yang ditenggarai Satpol PP sebagai PSK terciduk. Mereka lalu diserahkan ke Dinas Sosial DKI Jakarta untuk mendapatkan pembinaan.

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.