Kata Satpol PP Soal Little Tokyo Sepi Pasca Atlet Jepang Sewa PSK

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Little Tokyo di Blok M, Jakarta Selatan, tampak sepi pengunjung pada malam Rabu, 22 Agustus 2018. Biasanya lokasi ini ramai pengunjung karena banyak hiburan malam seperti bar dan karaoke. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Kawasan Little Tokyo di Blok M, Jakarta Selatan, tampak sepi pengunjung pada malam Rabu, 22 Agustus 2018. Biasanya lokasi ini ramai pengunjung karena banyak hiburan malam seperti bar dan karaoke. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan Ujang Harmawan menjelaskan alasan kawasan Little Tokyo di Blok M, Jakarta Selatan, yang banyak tempat karaoke dan bar sepi pada Rabu malam, 22 Agustus 2018, pasca kasus atlet basket Jepang menyewa PSK.

    Baca juga: Pasca Kasus Pebasket Jepang Sewa PSK, Little Tokyo Sepi

    “Karena semua tempat hiburan malam, kecuali hotel, harus tutup sehari sebelum dan saat hari raya Lebaran Idul Adha,” ujar Ujang saat dihubungi Tempo pada Rabu, 22 Agustus 2018.

    Untuk memastikan para pengusaha hiburan itu mematuhi aturan tersebut, Ujang mengatakan pihaknya terus memantau dan memonitoring malam ini.

    Dari pantauan Tempo di Little Tokyo pada Rabu sekitar pukul 23.00, semua tempat karaoke dan bar di sana terlihat tutup. Hanya beberapa restoran makanan Jepang yang buka dan beberapa pengunjung yang datang pada malam Idul Adha ini.

    Sodiqin, pedagang minuman di Little Tokyo, menjelaskan di hari besar Islam, seperti Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, tempat hiburan malam bar dan karaoke di sana selalu tutup. Namun di hari biasa, tempat hiburan malam itu selalu ramai pengunjung.

    Kawasan Blok M, khususnya Little Tokyo, saat ini tengah menjadi sorotan publik. Empat atlet Jepang diketahui menyewa PSK setelah makan di kawasan Little Tokyo.

    Delegasi Jepang untuk Asian Games, Yasuhiro Yamashita mengatakan pada 16 Agustus 2018, keempat atlet, yakni Takuya Hashimoto, Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura meninggalkan perkampungan atlet untuk makan di restoran Jepang di kawasan Little Tokyo, Blok M, Jakarta Selatan.

    Namun, keempatnya tak langsung pulang ke Wisma Atlet usai santap malam itu. Mereka justru bermalam dengan PSK di sebuah hotel hingga pagi.

    "Ini merupakan pelanggaran disiplin dan saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Jepang dan semua yang mendukung kami. Saya bertekad untuk menghindari masalah-masalah disiplin seperti ini lagi," ujar Yamashita.

    Setelah ketahuan menyewa jasa wanita penghibur, Jepang memulangkan empat atlet itu pada 20 Agustus lalu. Yasuhiro mengatakan para atlet pulang ke Jepang dengan biaya sendiri.

    Usai insiden itu, Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan langsung menggelar razia di kawasan itu. Hasilnya, pada 20 Agustus lalu, enam wanita yang ditenggarai Satpol PP sebagai PSK terciduk. Mereka lalu diserahkan ke Dinas Sosial DKI Jakarta untuk mendapatkan pembinaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.