Cerita Anies Baswedan Soal Masinis Asal Jepang Puji MRT Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) saat meninjau proyek stasiun <i>mass rapid transit</i> MRT Bundaran HI di Jakarta Pusat, 23 Agustus 2018. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyatakan proyek pembangunan stasiun MRT sudah mencapai 95 persen. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) saat meninjau proyek stasiun mass rapid transit MRT Bundaran HI di Jakarta Pusat, 23 Agustus 2018. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyatakan proyek pembangunan stasiun MRT sudah mencapai 95 persen. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta mass rapid transit atau MRT Jakarta menuai pujian dari seorang masinis asal Jepang. Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah melakukan uji coba kesesuaian sistem MRT Jakarta dari Depo Lebak Bulus menuju Bundaran Hotel Indonesia pada Kamis, 23 Agustus 2018.

    Menurut Anies, masinis tersebut kagum terhadap kualitas dan teknologi kereta MRT yang sangat baik.

    Baca: Anies Baswedan Sebut Pengerjaan MRT Sudah 95 Persen, Buktinya...

    “Tadi saya bersama seorang masinis yang menemani. Namanya Tetsuka-san, usianya 67 tahun, dan sudah 44 tahun mengelola kereta api. Dari ceritanya, dia bilang ini salah satu kereta terbaik yang pernah dia gunakan,” tutur Anies di stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat.

    Anies mengatakan, untuk mengoperasikan MRT digunakan teknologi terbaru. Begitu pula dengan gerbong kereta yang masih baru. Anies berharap, dengan tingginya kualitas MRT tersebut, pengoperasiannya untuk warga Jakarta nanti akan sempurna sesuai dengan rencana.

    Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, menuturkan MRT merupakan simbol pertemanan antara Jepang dan Indonesia. Dia berterima kasih atas pengerjaan MRT yang menjadi bentuk kerja sama kedua negara tersebut.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) saat meninjau proyek stasiun mass rapid transit atau MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat, 23 Agustus 2018. Anies menaiki kereta MRT dari Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sampai Stasiun Bundaran HI. Tempo/Fakhri Hermansyah

    “Ini adalah simbol persahabatan Indonesia dan perusahaan Jepang. Kita kerja bersama, maju bersama. Terima kasih kepada Gubernur DKI dan jajarannya yang telah bekerja keras,” ujarnya.

    Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan total nilai kontrak pemerintah Indonesia kepada kontraktor Jepang untuk pengerjaan MRT sebesar Rp 12,64 triliun.

    Simak juga: Begini Polisi Tetapkan Raja Kerajaan Ubur Ubur Tersangka Melanggar UU ITE

    Kepada Jepang, PT MRT Jakarta memesan 16 rangkaian kereta, yang masing-masing terdiri atas enam gerbong. Kereta-kereta tersebut dibuat di Jepang dan dikirim ke Jakarta.

    Mega proyek MRT merupakan salah satu proyek kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Selain MRT, proyek Indonesia dan Jepang lain adalah Pelabuhan Patimban dan kereta cepat Jakarta-Surabaya.

    Saat ini, pengerjaan MRT Jakarta telah mencapai 95 persen. Rencananya, MRT Jakarta dijadwalkan beroperasi pada Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.