Video Viral Remaja Dipukul di Tol Jagorawi, Polisi: Pelaku Emosi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penganiayaan. siascarr.com

    Ilustrasi penganiayaan. siascarr.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub Direktorat Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana mengatakan MA memukul RA, 14 tahun, di ruas Tol Jagorawi atas dasar emosi.

    Menurut dia, MA merasa kesal lantaran mobil yang dikendarai kakak RA, Reza, kerap menyalip hingga mengerem mendadak.

    “Karena korban ini mengerem mendadak, dia (MA) emosional,” kata Sapta di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Kamis, 23 Agustus 2018.

    Baca : Penganiayaan Remaja di Tol Jagorawi, Polisi: Pelaku Bukan Anggota TNI

    Kejadian berawal saat Reza tengah berkendara di ruas jalan Tol Jagorawi pada Rabu, 22 Agustus kemarin, tepatnya dari Cibubur menuju Jakarta. Saat itu, kondisi jalanan cukup padat dan Reza harus berhenti sedikit mendadak akibat mobil didepannya melakukan hal yang sama.

    Tepat di belakang mobil Reza, terdapat mobil Chevrolet Captiva hitam dengan nomor polisi B-1207-TGZ berstiker TNI yang dikendarai MA. Setelah melintasi gerbang tol, tiba-tiba MA memberhentikan mobil Reza.

    Kendaraan melintas di samping proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta, 10 Agustus 2107. Progres rute Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km telah mencapai 37 persen. ANTARA/Aprillio Akbar

    Menurut Sapta, Ibu dari RA dan Reza yang pertama turun dari mobil untuk menghampiri MA. Namun, saat RA turun, MA langsung memukulnya pada bagian muka yang berakibat darah keluar dari hidungnya.

    “Ibunya turun untuk menghadang pelaku karena pelaku sudah mencoba menyerang kakaknya yang merupakan supir,” ucap Sapta.

    Simak juga :
    Tersangka Raja Kerajaan Ubur Ubur Dibantarkan ke RS Jiwa, Sebab...

    Hingga Kamis petang 23 Agustus 2018, baik MA maupun keluarga RA tengah berada di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Polisi pun telah memeriksa dua buah kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) yang berada di ruas tol tersebut.

    Sapta menyebut polisi tidak akan mempertemukan korban dengan tersangka. Ia pun belum dapat memastikan apakah MA akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. “Nanti, lihat hasil pemeriksaan,” tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.