Di Tangan Calo, Tiket Badminton Asian Games Dijual Rp 800 Ribu

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga tetap menunggu pembelian tiket badminton Asian Games secara on the spot meski telah habis secara online, 25 Agustus 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Ratusan warga tetap menunggu pembelian tiket badminton Asian Games secara on the spot meski telah habis secara online, 25 Agustus 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta – Calo-calo yang menawarkan tiket pertandingan olahraga Asian Games masih berkeliaran di sekitar pintu masuk atau gate 5 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 Agustus 2018. Calo mematok harga bervariasi untuk setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.

    Baca: Asian Games, Tiket 5 Cabang Olahraga ini Tak Bisa Didapat di Loket

    Salah satu calo yang ditemui Tempo, menjual tiket pertandingan voli Rp 500 ribu dari harga resmi Rp 200 ribu untuk kategori A. Sedangkan tiket pertandingan basket dijual Rp 350 ribu dari harga Rp 100 ribu untuk kategori B. "Sekarang sudah susah. Jadi lebih mahal," kata calo itu.

    Jumlah calo di sekitar pintu masuk 5 Gelora Bung Karno mencapai belasan orang. Mereka mudah dikenali karena secara terang-terangan menawarkan tiket kepada orang-orang yang ada ditempat itu. Mereka biasanya menyebut nama cabang olahraga yang akan dipertandingan. Misalnya saja, "Basket, basket," atau "voli-voli."

    Nurdiansyah, 38 tahun, mengatakan datang ke Gelora Bung Karno untuk membeli tiket pertandingan badminton. Seorang calo menyodorkan tiket pertandingan itu seharga Rp 800 ribu untuk kategori A. Padaha harga aslinya hanya Rp 200 ribu.

    Baca: Final Badminton Asian Games, Ratusan Orang Mengiba Tambah Tiket

    Panitia Asian Games sebelumnya telah mengumumkan, ada empat cabang olahraga yang tiketnya tidak lagi dijual secara offline, yaitu badminton, aquatik, basket, dan voli. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang datang ke loket box di Gelora Bung Karno karena berharap bisa membeli tiket secara langsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.