Anggota Polair Banten Tertangkap Tangan Pungli Rp 100 Juta

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah motor saat memasuki kapal di Pelabuhan Merak, 16 Juli 2015. H-1 menjelang lebaran, Pelabuhan Merak mulai sepi pemudik. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Sejumlah motor saat memasuki kapal di Pelabuhan Merak, 16 Juli 2015. H-1 menjelang lebaran, Pelabuhan Merak mulai sepi pemudik. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) melakukan operasi tangkap tangan terhadap anggota polisi di Direktorat Polair Polda Banten. Anggota polisi berpangkat ajun komisaris disebut telah meminta uang senilai Rp 100 juta kepada PT Karya Sumber Daya. 

    Baca juga:
    PNS Terbukti Pungli, Ini Beda Era Anies dari Ahok

    Kepala Operasi Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam Kolonel Czi Kun Wardana menerangkan bahwa pungutan liar terkait izin berlabuh kapal pengangkut besi di Pelabuhan Merak. Sedang si polisi yang melakukan pungli hanya diinisialkan sebagai A.

    Czi Kun memaparkan, Satgas Saber Pungli telah memeriksa pemilik kapal PT Karya Sumber Daya. “Pemilik barang telah dimintai uang sebesar Rp 100 juta oleh oknum dari Dit Polair berinisial A dengan pangkat AKP," begitu kata Czi Kun dikutip dalam keterangan resminya, Sabtu 25 Agustus 2018.

    Praktik pungli itu diawali PT Karya Sumber Daya yang diduga melakukan pelanggaran bersandar dan bongkar muat di tempat yang tidak tepat. Kapal mengangkut  besi tua untuk dibongkar di Pelabuhan Merak pada 21 Agustus 2018.

    Baca:
    Polisi Gadungan Pungli di Casablanca, Polisi: Sudah Penyidikan

    Namun, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak menolak memberikan izin berlabuh. Sebab, perusahaan harus memperoleh persetujuan Direktorat Polair Polda Banten terlebih dulu.

    "Kemudian, perwakilan PT KSD yang menemui oknum Dit Polair Polda Banten telah dimintai uang dengan hitungan Rp 50 per kilogram besi tua yang diangkut dan Rp 15 per kilogramnya khusus untuk oknum tersebut," kata Czi Kun menjelaskan.

    Perusahaan keberatan dengan permintaan A yang dihitung total pungutan tak resmi itu mencapai Rp 100 juta. Satgas Saber Pungli kemudian menerima laporan dugaan pungli tersebut.

    Baca:
    Ketua DPRD DKI Endus Pungli di Kelurahan Rp 100 Juta

    Satgas Saber Pungli lalu berkoordinasi dengan Ketua Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Banten untuk menindaklanjuti laporan itu. Pemeriksaan saksi dan oknum dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Banten.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.