Tiket Asian Games, Calon Penonton: Atlet Mengeluh, Apalagi Kami

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga tetap menunggu pembelian tiket badminton Asian Games secara on the spot meski telah habis secara online, 25 Agustus 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Ratusan warga tetap menunggu pembelian tiket badminton Asian Games secara on the spot meski telah habis secara online, 25 Agustus 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon penonton pertandingan cabang olahraga badminton Asian Games 2018 kecewa karena pelayanan penjualan tiket dianggap tidak profesional. Desyana, 25 tahun, calon penonton, mengaku kesal karena tidak mendapatkan tiket saat mengantre di pintu masuk 4 Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018.

    Baca juga: Erick Thohir Jelaskan Fenomena Tiket Habis tapi Bangku Kosong

    Yang membuatnya bertambah kesal adalah panitia baru memasang kertas pengumuman di boks loket bahwa tiket tidak dijual offline. "Saya mau beli via online, (tapi) sudah habis sejak kemarin. Makanya saya datang ke sini langsung," ujarnya.

    Menurut Desyana, tidak hanya penonton biasa yang kehabisan tiket, atlet badminton pun mengeluh menyaksikan pemandangan itu. Padahal, kata dia, banyak bangku yang kosong di dalam venue badminton.

    Kepada Tempo, Desyana memperlihatkan unggahan Live Instagram Fajar Alfian, @fjralf95, pemain badminton yang berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto. Dalam unggahan tersebut, Fajar tampak kecewa lantaran banyak calon penonton yang tidak mendapatkan tiket.

    "Pada ke mana tiket untuk menonton badminton? Tiket selalu habis padahal kursi di arena masih kosong," ucap Fajar dalam unggahannya itu. “Atlet badminton saja mengeluh dan sampai menulis seperti ini, apalagi kami yang sudah lama menunggu tapi tidak ada tiket. Padahal banyak bangku yang kosong," tutur Desyana

    Kumala Dwi, 22 tahun, calon penonton asal Bekasi, pun mengaku kesal karena sudah antre berjam-jam, tapi tidak ada penjelasan dari awal bahwa tiket tidak dijual secara offline.

    Padahal, kata dia, pada pertandingan final badminton sebelumnya, 1.600 tiket masih dijual karena banyak penonton yang tidak bisa membeli secara online.

    "Penjualan tiketnya kacau. Beli online juga berubah-ubah terus yang menyediakannya," ucapnya. "Awalnya mencoba membeli melalui Tiketix, tapi tidak bisa diakses. Sekarang di Blibli juga susah."

    Untuk mengobati kekecewaan ribuan calon penonton yang tidak mendapatkan tiket, panitia menyediakan layar besar di dalam lokasi Festival Asian Games 2018 untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

    "Penjualan tiket badminton hanya lewat online, tidak secara offline. Penonton yang tidak mendapatkan tiket bisa ke parkir timur. Kami menyediakan layar di lokasi festival," kata panitia Asian Games 2018 melalui pengeras suara di dekat loket boks pintu masuk 4 Gelora Bung Karno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.