Bukan Nyamuk, Atlet Uzbekistan Temukan Hewan Ini di Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Wisma atlet yang dinyatakan rampung oleh pihak Inasgoc di kawasan Kemayoran, Jakarta, 4 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Suasana Wisma atlet yang dinyatakan rampung oleh pihak Inasgoc di kawasan Kemayoran, Jakarta, 4 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Aleksey Tarasenkou, atlet Asian Games 2018 cabang renang dari Uzbekistan, mengaku puas dengan fasilitas Wisma Atlet Kemayoran. Selama tinggal di sana, atlet Uzbekistan ini tidak menemui serangga seperti nyamuk dan kecoak di sana. 

    Baca: Penjualan Tiket Asian Games Dinilai Buruk, Ini Kritik Atlet

    "Cuma ada beberapa kucing, but that's fine," ujar Aleksey saat ditemui di Setu Babakan, Kampung Betawi, Jakarta Selatan, Ahad, 26 Agustus 2018. 

    Aleksey menuturkan sangat senang selama tinggal di pemondokan atlet itu. Ia bisa menemui banyak atlet dari beragam negara dan ras di tempat tersebut.

    Soal fasilitas, Aleksey juga tidak mempermasalahkan kekurangan di Wisma Atlet Kemayoran. Dia bahkan menyebut fasilitas di sana bertaraf high level facility atau fasilitas level tinggi. 

    Pengakuan lain soal Wisma Atlet juga disampaikan Richelle Piollo, International Volunteer Asian Games 2018 asal Filipina. Richelle mengatakan tidak menemukan nyamuk dan kecoa di lokasi tersebut.

    "Tidak, sejauh ini sangat baik di sana," ujar Richelle. 

    Baca: Tiket Asian Games, Calon Penonton: Atlet Mengeluh, Apalagi Kami

    Sebelumnya, keluhan banyak nyamuk disampaikan atlet wushu dari Indonesia sekaligus peraih medali emas di Asian Games, Lindswell Kwok. Ia tidak berani membuka pintu kamar lama-lama untuk mencegah nyamuk masuk.

    "Nyamuk sih banyak di kamar. Kalau kecoak di kamarku nggak ada," kata Lindswell, Senin lalu.

    Keluhan kecoak dilontarkan oleh salah seorang pelatih cabang olah raga bola basket dari Korea Selatan. Seperti diberitakan oleh The Korean Times pada 19 Agustus 2018 lalu, pelatih itu menyebut terkadang melihat kecoak berkeliaran di kamar para atlet.

    Pelatih ini bahkan menyebut kondisi kamar di Wisma Atlet Kemayoran lebih buruk dari penjara. “Rasanya seperti kami datang untuk kamp pelatihan, bukan Asian Games," kata dia, dikutip dari koreantimes.co.kr pada Selasa, 21 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.