Senin, 15 Oktober 2018

Pencemaran di Sungai Cileungsi Bogor, Air Menghitam dan Bau

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga memanfaatkan aliran Sungai Cileungsi untuk mencuci pakaian dan mandi di Desa Gunung Sari, Citeureup, Kabupaten Bogor, 18 September 2017.  Sumur warga mengering akibat rendahnya curah hujan di musim kemarau. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Sejumlah warga memanfaatkan aliran Sungai Cileungsi untuk mencuci pakaian dan mandi di Desa Gunung Sari, Citeureup, Kabupaten Bogor, 18 September 2017. Sumur warga mengering akibat rendahnya curah hujan di musim kemarau. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Bogor – Masyarakat sekitar bantaran Sungai Cileungsi di wilayah Desa Cikuda, Wanaherang, Kabupatem Bogor, heran dengan sungai itu. Sebabnya, air sungai yang berhulu di Sentul, Bogor, dan bermuara di Bekasi tersebut, menghitam diduga karena pencemaran.

    Baca:
    Sampah Jeroan di Kali Cipinang Dibersihkan, Bau Busuk Masih Tercium

    Seorang warga sekitar, Euis Sukalsah, 39 tahun mengatakan, air sungai menghitam sudah sejak dua bulan belakangan. “Saya juga tidak tahu dari mana asalnya, tiba-tiba saja seperti itu,” kata Euis, Senin 27 Agustus 2018.

    Euis menambahkan, kondisi tersebut membuat warga sekitar tidak nyaman. Tadinya, aktivitas warga seperti memancing dan mencuci masih terlihat di sungai ini. Namun, sekarang pemandangan itu sudah tak terlihat lagi.

    Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas, Puarman mengatakan, pada Senin, 20 Agustus 2018 lalu, dirinya bersama anggota komunitas lainnya menelusuri Sungai Cileungsi. Hasilnya, dia mendapati air di hulu sungai di Desa Tlanjung Udik, masih relatif bersih dan jernih.

    Baca:
    Di Bekasi Ada Saluran Air Penuh Sampah dan Bau Mirip Kali Item

    “Sekitar satu kilometer setelahnya, tepatnya di Kampung Bojong, Desa Cicadas, Gunung Putri, air mulai menghitam,” kata Puarman.

    Puarman menambahkan, di pos pantauan di Jembatan Cikuda, Desa Wanaherang Kecamatan Gunung Putri, Bogor, hingga ke Bekasi warna air sungai itu sudah sangat pekat dan bau. “Hitamnya sudah 3 bulan, kondisi terparah sudah mulai dari 2 minggu belakang hitam sudah pekat,” kata Puarman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.