Perombakan di BUMD, Anies Baswedan Dikritik Bagi - bagi Jabatan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara peresmian Jakarta International Baseball Arena, Jakarta International BMX Track, dan rehabilitasi 10 gelanggang olahraga (GOR) di GOR Rawamangun, Jakarta Timur, 13 Agustus 2018. Sejumlah <i>venue</i> tersebut menelan anggaran Rp 102,2 miliar. Rinciannya, pembangunan JIBA Rp 39,3 miliar, JIBT Rp 27,05 miliar, serta rehabilitasi 10 GOR Rp 35,8 miliar. Tempo/Adam Prireza

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara peresmian Jakarta International Baseball Arena, Jakarta International BMX Track, dan rehabilitasi 10 gelanggang olahraga (GOR) di GOR Rawamangun, Jakarta Timur, 13 Agustus 2018. Sejumlah venue tersebut menelan anggaran Rp 102,2 miliar. Rinciannya, pembangunan JIBA Rp 39,3 miliar, JIBT Rp 27,05 miliar, serta rehabilitasi 10 GOR Rp 35,8 miliar. Tempo/Adam Prireza

    Jakarta - Langkah Gubernur Jakarta Anies Baswedan merombak jajaran direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Perusahaan Daerah Air Minum Jakarta (PAM) Jaya dikritik sebagai bagi-bagi jabatan. Sebabnya, pejabat baru yang diangkat memiliki kedekatan dengan Anies Baswedan maupun mantan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

    Baca:
    Ini Alasan Anies Baswedan Ganti Dua Direktur Jakpro
    Anies Bongkar Pejabat BUMD Warisan Ahok, Ini Daftarnya

    Kritik disampaikan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andi Anggana lewat pernyataan tertulis yang disebarnya Sabtu 25 Agustus 2018, atau sehari setelah perombakan itu. Andi menunjuk pemilihan Hanief Arie Setianto dan Yuliantina Wangsawiguna sebagai dua direktur baru di Jakpro serta Priyatno Bambang Hernowo sebagai Dirut PAM Jaya.

    Hanif disebutkannya tergabung di Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Sebelumnya Hanief juga terlibat Tim Sinkronisasi Anies-Sandi. Sedang Yuliantina pernah menjabat Direktur Keuangan di PT Saratoga Investama yang sebagian sahamnya dimiliki Sandiaga Uno.

    “Itu perusahaan dekat siapa?” kata Andi sambil menambahkan, “Pak Priyatno ini juga pernah di dukung Pak Sandi untuk PERPAMSI.”

    Andi melanjutkan, PSI tak mempermasalahkan jika Anies Baswedan melakukan perombakan pejabat warisan pemerintahan DKI sebelumnya itu. Namun, menurut dia pengisi jabatan pada tiga posisi itu mengisyaratkan banyak para orang dekat Anies-Sandi yang mulai naik ke permukaan dan berada pada posisi strategis. "Ada pola seperti mulai mengakomodasi orang-orang dekat," ujar Andi.

    Baca juga:
    Tersenyum, Begini Anies Baswedan Balas Kritikan Tsamara Amany 

    Andi juga menilai Anies Baswedan tidak memiliki kepercayaan pada pejabat sebelumnya. Padahal, Anies terhitung baru menjabat selama 10 bulan. Faktor itu yang menjadi sebab kecurigaannya Andi bahwa penunjukan pejabat baru tidak murni atas kebutuhan birokrasi.

    "Tinggal kita lihat kerjanya bagaimana. Apakah baik? Yang kita perlu lakukan adalah mengawasi, apakah mereka akan bekerja untuk warga Jakarta?" ujar politikus PSI itu.

    Lihat juga video: Alasan Rex Marindo Warunk Upnormal Boyong Pabrik Kopi ke Kafe


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.