Targetkan Waktu Tunggu Skytrain 5 Menit, Angkasa Pura Lakukan Ini

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rangkaian gerbong skytrain melintas di antara Terminal 2 dan Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Kereta Layang ini mampu mengangkut 176 penumpang sekali jalan. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Sebuah rangkaian gerbong skytrain melintas di antara Terminal 2 dan Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Kereta Layang ini mampu mengangkut 176 penumpang sekali jalan. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II tengah melakukan berbagai persiapan untuk mengejar target waktu tunggu (headway) Skytrain Bandara Soekarno - Hatta dari 15 menit menjadi 5 menit. "Banyak hal yang perlu disiapkan," ujar Vice President of Corporate Commucation PT Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada Tempo, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Baca juga: Anies Baswedan: Tidak Cukup Hanya Kerja Kerja Kerja

    Menurut Yado, persiapan yang dilakukan meliputi sistem operasi dan prosedur, sertifikasi, uji kelayakan, hingga persiapan sistem otomatisisasi dari Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. "Seluruh proses itu saat ini on progres," kata Yado.

    Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menargetkan headway Skytrain Bandara Soekarno - Hatta menjadi 5 menit pada akhir 2018. "Target kami diakhir 2018, headway skytrain akan menjadi lima menit," ujar Awaluddin.

    Awaluddin mengatakan Skytrain Bandara Soekarno - Hatta saat ini masih dioperasikan dengan kecepatan maksimal yang mampu ditempuh 30 kilometer per jam dengan headway 15 menit.

    Kereta ulang alik yang melayani perpindahan penumpang antarterminal 1,2, 3 dan arah sebaliknya ini membutuhkan waktu 1 menit untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. "Dengan headway yang semakin cepat layanan Skytrain akan maksimal, pengguna jasa bandara tidak perlu lama menunggu kereta tiba," ucap Awaluddin.

    Angkasa Pura II, kata Awaluddin, terus melakukan pengkajian serta evaluasi untuk sistem ini. "Keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas utama kami."

    Untuk mengaplikasikan headway 5 menit itu, Awaluddin mengatakan, akan dilakukan secara bertahap. Penyempurnaan lintasan hingga penambahan armada dan fasilitas penunjang lainnya saat ini terus dilakukan.

    Diantaranya menambah armada kereta layang dengan pengoperasian enam trainset atau 12 gerbong pada Agustus 2018. Sebelumnya, Skytrain beroperasi dengan dua trainset atau 4 gerbong.

    Awaluddin mengatakan penambahan trainset tersebut sudah sesuai dengan target perusahaan untuk meningkatkan daya angkut Skytrain yang semakin hari semakin diminati penumpang baik domestik maupun internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.