Konstruksi MRT Ditargetkan Rampung 100 Persen Desember Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) saat meninjau proyek stasiun <i>mass rapid transit</i> atau MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat, 23 Agustus 2018. Anies menaiki kereta MRT dari Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sampai Stasiun Bundaran HI. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) saat meninjau proyek stasiun mass rapid transit atau MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat, 23 Agustus 2018. Anies menaiki kereta MRT dari Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sampai Stasiun Bundaran HI. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengklaim pembangunan mass rapid transit atau MRT Jakarta telah seusai dengan yang direncanakan. Hingga saat ini, progres pembangunan konstruksi MRT Jakarta telah mencapai 95,97 persen.

    Adapun rincian progres pembangunan untuk depo dan jalur elevated mencapai 94,42 persen. Sedangkan jalur bawah tanah 97,53 persen.

    Baca juga: Kemajuan Pembangunan MRT Sudah 92 Persen, Ini Hitungan Tarifnya

    "Tinggal finishing saja. Akhir Desember, kami targetkan selesai seluruhnya," kata William Sabandar di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Ia menjelaskan, kontraktor saat ini masih terus melakukan proses pemeriksaan dan pengecekan sistem kereta, yang dikenal dengan nama testing and commissioning. Sejak 9 Agustus lalu, kata dia, satu dari 16 rangkaian kereta telah dites integrasi persinyalan dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI).

    Tes integrasi persinyalan tahap pertama tersebut, kata dia, dilakukan selama lima pekan dengan kecepatan kereta maksimal 30 kilometer per jam. Per hari, dia melanjutkan, kereta minimal bisa tiga kali melakukan perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus sampai HI.

    William mengatakan, setelah tahap pertama selesai, pada 10 September mendatang bakal berlanjut ke tahap uji coba pergerakan kereta. Setelah itu, pada 12 November 2018, mulai diuji coba sistem perkeretaapian secara terintegrasi oleh kontraktor.

    "Sampai tahap ini masih uji coba persinyalan, belum uji operasi kereta," ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengatakan, pada 8 Desember 2018, kontraktor bakal menambah uji coba persinyalan untuk kereta kedua sampai ke-16. Tahap uji coba kereta kedua sampai ke-16 tersebut, kata dia, tidak bakal memakan waktu hingga lima pekan.

    Simak juga: Presiden Jokowi Pastikan Proyek MRT Jakarta Selesai Tepat Waktu

    "Paling hanya dua pekan. Karena uji coba kereta selanjutnya pasti lebih cepat. Akhir Desember nanti akan diserahterimakan dari kontraktor Jepang ke MRT Jakarta," ucapnya. "Sebab, sekarang semuanya masih tanggung jawab mereka."

    William mengatakan uji coba operasional kereta MRT Jakarta bakal dilakukan pada pertengahan Februari tahun depan. "Setelah dilakukan uji coba operasional, pertengahan Maret 2019 mulai operasional secara komersial," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.