Konstruksi MRT Jakarta Tahan Gempa Hingga Magnitudo 9, Alasannya?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana stasiun MRT (Mass Rapid Transit) Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat, 23 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Suasana stasiun MRT (Mass Rapid Transit) Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat, 23 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Konstruksi Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dijamin tahan gempa bumi hingga magnitudo 9. Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta William Sabandar mengatakan konstruksi MRT, baik yang di berada di bawah tanah maupun elevated atau melayang di atas permukaan tanah dirancang tahan gempa.

    Baca: Kecepatan Kereta MRT akan Dibatasi Hanya 60 Kilometer Per Jam

    "Kekuatannya dirancang tahan gempa sampai yang berkekuatan magnitudo 9," kata William di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Tingkat kerawanan Jakarta terhadap gempa bumi pernah disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, pada Februari lalu. Dia mengatakan wilayah DKI Jakarta sangat rawan dan akan berdampak parah jika diguncang gempa bumi. 

    "Karena Jakarta ini tanahnya lunak dan dikepung patahan aktif. Entah dari mana pusat gempanya, guncangannya pasti terasa kuat," kata Dwikorita di Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018.

    Dwikorita mencontohkan, saat terjadi gempa bumi dengan magnitudo 6,1 yang berpusat di Lebak pada Januari 2018, guncangannya juga sangat dirasakan warga Jakarta.

    William Sabandar mengatakan progress pembangunan konstruksi MRT Jakarta kini telah mencapai 95,97 persen. Adapun rincian progress pembangunan konstruksi tersebut meliputi depo dan jalur elevated yang mencapai 94,42 persen.

    Sedangkan, pembangunan MRT di jalur bawah tanah telah mencapai 97,53 persen. "Tinggal finishing saja. Akhir Desember kami targetkan selesai seluruhnya," ucapnya.

    Baca: Uji Coba MRT, Besok Kereta akan Dipacu dengan Kecepatan Tinggi

    MRT Jakarta fase I rute Lebak Bulus - Bundaran HI ditargetkan beroperasi penuh pada Maret 2019. Fase I ini terdiri atas jalur elevated (layang) dan underground (bawah tanah) dengan panjang kurang lebih 16 kilometer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.