Tunggu Masa Iddah Wagub DKI, PKS: Anies Nggak Jomblo Kelamaan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Anies Baswedan pada acara pembukaan Pameran Wastra Asia di Museum Tekstil, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Agustus 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    Gubernur DKI Anies Baswedan pada acara pembukaan Pameran Wastra Asia di Museum Tekstil, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Agustus 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI fraksi PKS, Triwisaksana atau Sani, mengatakan partainya belum secara resmi mengusung nama pendamping Anies Baswedan di kursi Wagub DKI Jakarta. Seperti Partai Gerindra, PKS juga masih menunggu masa iddah Sandiaga Uno selesai.

    Baca: Anies Bongkar Pejabat BUMD Warisan Ahok, Berikut Daftarnya

    "Secara faktual kami masih menunggu Keputusan Presiden soal pengunduran diri Sandiaga. Setelah itu kami menargetkan ada nama dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Triwisaksana di DPRD Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Triwisaksana mengatakan PKS sudah menggelar pertemuan internal membahas soal pengganti Sandiaga. Namun, hal yang dibahas di forum tersebut mengenai hal-hal teknis, seperti tata tertib, quorum, langkah jika terjadi penundaan pemilihan Wagub, dan peta fraksi yang ada.

    Namun Triwisaksana mengatakan PKS menargetkan sebelum pembahasan Anggaran 2019, bangku Wagub DKI Jakarta sudah terisi. "Jadi Anies ga jomblo kelamaan. Sekitar Oktober - November lah sudah ada," ujarnya.

    Sampai saat ini kursi Wagub DKI Jakarta kosong setelah ditinggal Sandiaga Uno mencalonkan diri sebagai cawapres sejak 10 Agustus lalu. Partai Gerindra dan PKS, selaku partai pengusung Anies - Sandi di Pilgub 2017, akan duduk bersama memutus nama pengganti Sandiaga.

    Baca: PSK Bikin Atlet Jepang Dipulangkan, Anies: Salah Sendiri

    Wakil Seketaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan partainya juga belum memutuskan secara resmi nama pendamping Anies Baswedan yang akan mereka usung. Andre mengatakan keputusan itu sepenuhnya adalah wewenang Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. "Tapi kalau bicara siapa yang dijagokan, dari Gerindra ada Muhammad Taufik, Wakil Ketua DPRD Jakarta," ujar Andre.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.