Perbaikan Rampung, Skytrain Soekarno - Hatta Beroperasi Normal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah skytrain yang mengangkut penumpang saat uji coba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 15 September 2017. Kereta layang tanpa awak ini akan resmi beroperasi pada Ahad, 17 September 2017. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Sebuah skytrain yang mengangkut penumpang saat uji coba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 15 September 2017. Kereta layang tanpa awak ini akan resmi beroperasi pada Ahad, 17 September 2017. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II memastikan Skytrain atau Kereta Layang Bandara Soekarno - Hatta kembali beroperasi normal. Akhir pekan lalu, perbaikan dan perawatan lintasan B Skytrain menyebabkan waktu tunggu bertambah dan memicu penumpukan penumpang.  

    Senior Branch Communication and Legal Bandara Soekarno - Hatta, Febri Toga Simatupang mengatakan proses perbaikan dan perawatan lintasan Skytrain antara Terminal I ke Integrated Building (IB) telah rampung.

    Kereta canggih berbasis Automatic People Mover System ini dijanjikan beroperasi normal siang ini. "Skytrain akan beroperasi seperti biasa pukul 12.00 siang ini, "ujar Febri, Rabu 29 Agustus 2018.

    Dua lintasan Skytrain berfungsi normal dan waktu tunggu juga kembali normal ke 15 menit.

    Febri mengatakan, tim teknisi Skytrain telah selesai mengerjakan perbaikan dan perawatan lintasan sepanjang 750 meter diantara Terminal I ke Terminal IB sejak tadi malam.

    Adapun pekerjaan yang dilakukan tim teknisi, kata Febri, meliputi perbaikan running road dan setting ulang guard rail dan power rail yang dilakukan selama tiga hari dari 25-28 Agustus 2018. "Pagi ini dipastikan lagi sehingga siang sudah siap beroperasi."

    Tim teknisi Skytrain Bandara Soekarno - Hatta melakukan perbaikan lintasan  cukup besar di jalur B antara Terminal I ke B.

    Pekerjaan yang merupakan bagian dari perawatan rutin untuk meningkatkan performa operasional Skytrain ini berlangsung sejak Sabtu 25 Agustus.

    Hal ini berdampak pada waktu tunggu (headway) Skytrain  dari biasanya, dari 15 menit menjadi 26 menit. Perubahan durasi waktu tunggu itulah menyebabkan penumpukan penumpang di shelter Skytrain  karena pengguna jasa Skytrain harus menunggu lebih lama dari biasanya.

    Selain untuk meningkatkan performa operasional Skytrain, perbaikan jalur ini menurut Vice President of Corporate Commucation PT Angkasa Pura II Yado Yarismano  merupakan persiapan metode baru pengoperasian Skytrain.

    Yado menjelaskan, metode operasi Skytrain akan agak sedikit berbeda dengan sebelumnya. Gerbong kereta layang akan melalui jalur 1 atau track A dari Terminal 1 dan Terminal 3.

    Di jalur 2 atau track B, Skytrain berjalan dari Terminal 1 ke Integrated Building dan Integrated building ke Terminal 3 bolak balik. "Sebelumnya, dari Terminal 1 ke Terminal 3. Dan bolak bolak balik ke Terminal 3 ke Terminal 1," kata Yado.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.