Mulai Besok Fasilitas Jemput Bandara Soekarno - Hatta Buka 24 Jam

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. TEMPO/Subekti

    Kawasan Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II Persero mengumumkan mulai besok, Sabtu, 1 September 2018, layanan drive thru pick-up zone di Terminal 3 domestik Bandara Soekarno - Hatta beroperasi 24 jam.

    Sebelumnya, waktu operasional sistem jemput di Bandara Soekarno - Hatta ini diberlakukan setiap hari saat jam padat, pada pukul 16.00-21.00 WIB.

    Baca: Fasilitas Antar Jemput di Bandara Soekarno - Hatta Bisa 300 Mobil

    Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero), M. Suriawan Wakan mengatakan dioperasikannya fasilitas ini menjadi sepanjang hari karena melihat kecenderungan para pengguna jasa ingin serba praktis.

    "Kami melihat aktivitas pengguna jasa terus meningkat. Untuk itu, kami mengoptimalkan layanan drive thru menjadi 24 jam,” ujar Suriawan, Jumat, 31 Agustus 2018.

    Suriawan mengumpamakan sistem drive thru pick-up zone sama seperti memesan di outlet makanan cepat saji. Penjemput tidak perlu masuk ke dalam restoran. "Jadi penjemput tidak perlu masuk ke gedung parkir terminal yang biasanya pick up penumpang di lantai 3 gedung parkir terminal domestik."

    Simak juga: Ini Jalan yang Tak Kunjung Dilebarkan oleh Nur Mahmudi Ismail

    Lokasi drive thru pick-up zone berbentuk looping (melingkar), yang telah disesuaikan untuk menghindari kemacetan arus penjemputan dan setelah itu bisa langsung keluar di exit gate baru yang sudah disiapkan.

    “Tidak ada penambahan biaya parkir untuk pengguna jasa yang menggunakan fasilitas ini,” kata Suriawan tentang fasilitas anyar di Bandara Soekarno - Hatta tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.