Tersangka Bersama Nur Mahmudi Ismail, Status PNS Sekda Dikaji

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka tahun anggaran 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka tahun anggaran 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Depok - Mantan Sekretaris Daerah Kota Depok Harry Prihanto era Nur Mahmudi Ismail yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Polresta Depok masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

    Baca juga: Mulai Besok Fasilitas Jemput Bandara Soekarno - Hatta Buka 24

    Wali Kota Depok Muhammad Idris mengatakan status Harry Prihanto  masih dalam proses pengkajian Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

    “Status Pak Harry dalam kajian Baperjakat,“ ujar Idris di Kantor DPRD Depok, Jumat, 31 Agustus 2018. Menurut Idris, hasil kajian akan diumumkan pada pekan depan. “Akan diputuskan Senin atau Selasa nanti,” ucap Idris.

    Saat ini, Harry masih berstatus PNS Pemerintah Kota Depok bidang staf ahli. Polisi Kota Depok menetapkan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka tindak pidana korupsi proyek Jalan Nangka Tapos.

    “Statusnya telah dinaikkan menjadi tersangka berdasarkan gelar perkara" kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa malam, 28 Agustus 2018.

    Argo mengungkapkan penyidik kepolisian juga telah menetapkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Depok inisial HP sebagai tersangka dugaan kasus yang serupa.

    Penyidik, menurut Argo, menetapkan mantan pejabat era Nur Mahmudi Ismai sebagai tersangka sejak 20 Agustus 2018. "Penyidik punya dua alat bukti kuat sehingga menetapkan tersangka" tutur Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.