Malam Penutupan Asian Games 2018, Bagaimana Ramalan Cuaca BMKG?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta. (Antara)

    Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Jakarta pagi ini, Minggu, 2 September 2018, akan cerah berawan. Hari ini bertepatan dengan pergelaran pesta penutupan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan.

    Baca:
    Penutupan Asian Games 2018, Wartawan Ini Harus Gigit Jari
    Penutupan Asian Games 2018, Ini Fokus Pengamanan oleh Polisi

    Dalam keterangan tertulis juru bicara BMKG, Hary Djatmiko, diperkirakan hujan hanya akan terjadi ringan pada siang hari. “Terjadi di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.” Sedangkan pada malam hari diprediksi sebatas berawan.

    Hary mengatakan, pada dinihari, hujan ringan diperkirakan kembali turun tapi berpindah lokasi, yakni di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Sedangkan kondisi secara umum hari ini di Jakarta dan sekitarnya adalah berawan.

    “Tidak ada peringatan dini untuk kondisi cuaca hari ini," ucapnya. Adapun suhu udara berada di kisaran 23-32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60-90 persen. Angin bergerak dari utara menuju tenggara dengan kecepatan 5-27 kilometer per jam.

    Baca juga:
    Sebanyak 4.000 Aparat Akan Kawal Arus Balik Atlet Asian Games di Bandara

    Hari ini akan digelar pesta penutupan Asian Games 2018. Pesta bertema selebrasi Asia disertai serah terima tuan rumah. Sebanyak 55 ribu kursi tersedia bagi penonton untuk menyaksikan upacara penutupan nanti. Meski begitu, sekitar 20 persen di antaranya ditujukan bagi tamu dan undangan khusus.

    Sisanya, 40 ribu tiket dijual untuk masyarakat umum. Jumlah ini jauh lebih besar daripada saat pembukaan Asian Games 18 Agustus 2018. Selain itu, pada pesta penutupan, akan disediakan tiket festival untuk bisa ikut menyaksikan secara dekat pesta yang juga melibatkan sejumlah artis dan YouTuber Asia itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.