Hujan Guyur GBK, Pengunjung Penutupan Asian Games 2018 Berlarian

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seratusan pegunjung berteduh di tenda-tenda panitia Asian Games karena hujan deras mengguyur kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, 2 September 2018 sore. Tempo/Imam Hamdi

    Seratusan pegunjung berteduh di tenda-tenda panitia Asian Games karena hujan deras mengguyur kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, 2 September 2018 sore. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras mengguyur kawasan Gelora Bung Karno (Istora GBK), Jakarta Pusat, pada detik-detik menjelang penutupan Asian Games 2018 pada Ahad sore, 2 September 2018.

    Hujan deras turun di sekitar area GBK, dan sebagian DKI Jakarta pada sekitar pukul 16.20 WIB. Adapun langit Jakarta tampak mendung.

    Baca: Ini 2 Lokasi Membeli Tiket Festival di Penutupan Asian Games 2018

    Seorang pengunjung bernama Diana, 24 tahun, langsung mencari tenda begitu masuk ke zona Bhin Bhin. Ia mengatakan hujan asalnya hanya gerimis tapi sekitar sepuluh menit langsung deras. "Saya gak ada persiapan payung. Jadi berteduh dulu," ujarnya.


    Ada pula puluhan pengunjung yang bertahan dengan payung selain yang berteduh di tenda-tenda panitia Asian Games karena hujan deras mengguyur kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, 2 September 2018 sore. Tempo/Imam Hamdi

    Diana datang bersama dua orang temannya untuk menyaksikan penutupan Asian Games. Ia berharap hujan berhenti saat upacara penutupan dimulai. "Mudah-mudahan sih berhenti ya."

    Berdasarkan pantauan Tempo, pengunjung langsung berhamburan kocar-kacir mencari tempat berteduh saat berada di dalam kawasan festival menjelang penutupan Asian Games 2018. Seratusan pengunjung berteduh di sejumlah tenda informasi dan lapak penjual kuliner yang ada di lokasi festival. Hingga pukul 17.00, hujan belum berhenti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.