Calo Tiket Penutupan Asian Games 2018 Marak, Harganya? Fantastis

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ada pula puluhan pengunjung yang bertahan dengan payung selain yang berteduh di tenda-tenda panitia Asian Games karena hujan deras mengguyur kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, 2 September 2018 sore. Tempo/Imam Hamdi

    Ada pula puluhan pengunjung yang bertahan dengan payung selain yang berteduh di tenda-tenda panitia Asian Games karena hujan deras mengguyur kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, 2 September 2018 sore. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Praktik percaloan tiket closing ceremony atau upacara penutupan Asian Games 2018 masih marak di sekitar pintu masuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

    Keberadaan para calo tiket penutupan Asian Games 2018 pun terkonsentrasi di depan Hotel Atlet Century, dekat pintu masuk 5 GBK.

    Berbeda dengan sebelumnya, para calo menjual tiket secara diam-diam. Mereka menghampiri orang-orang lalu secara pelan berkata, “tiket closing, tiket closing.

    Baca : Hujan Deras Guyur GBK, Pengunjung Penutupan Asian Games 2018 Berlarian

    Salah seorang calo yang Tempo hampiri, menjual tiket kategori C seharga Rp 1,5 juta. Padahal, jika membeli secara resmi, tiket kategori C hanya dijual seharga Rp 450 ribu. “Itu udah murah Mas. Coba aja yang lain itu jauh lebih mahal dari saya,” tutur dia.

    Tempo menghampiri calo tiket lainnya di dekat pintu 4 GBK. Benar saja, calo itu menjual tiket kategori C seharga Rp 2 juta. “Kalau mau kategori lain, saya usahain,” tutur dia.

    Jika ada pembeli yang sepakat deengan harga segitu, kata dia, tiket yang diberikan akan berbentuk digital. Pembeli nantinya hanya cukup menunjukkan tiket tersebut di pintu masuk kawasan GBK.

    Praktik percaloan tiket Asian Games sudah marak sejak pertandingan masih berlangsung. Sebelumnya, Salah seorang pekerja lepas dari Tiketix, mengatakan para calo telah berada di Jalan Pintu Satu Senayan sejak pagi, Senin, 20 Agustus 2018.

    Seribuan penumpang Tranjakarta antri untuk naik dan turun di Halte Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, 2 September 2018. Sebagian dari mereka menggunakan Transjakarta ke GBK untuk menyaksikan penutupan Asian Games. Tempo/Imam Hamdi

    Mereka di sana sebelum loket box dibuka pada pukul 08.00. "Mereka segerombolan. Sejak dibuka mereka yang antre beli tiket," kata pria yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut.

    Satu kelompok, kata dia, calo bisa mencapai 7-8 orang. Setiap satu orang membeli empat tiket untuk dijual kembali. "Sebab belinya pakai KTP. Satu KTP maksimal empat tiket," ujarnya.

    Simak juga : Pasca Pembunuhan WNA Cina, Tamu Hotel Time Out Kini Menurun

    Menurut dia, calo tiket memang sulit dicegah. Sebab, petugas loket tidak bisa melarang orang membeli tiket, asal bisa menunjukan KTP. "Jadi sulit. Masa orang mau membeli tiket tidak dikasih. Kan dia beli pakai uang asli, bukan palsu," ujarnya.

    Selain tiket upacara penutupan Asian Games 2018, sebelumnya para calo menawari tiket laga jauh lebih tinggi dari harga normal tiket Asian Games. Untuk pertandingan basket misalnya, para calo membandrol tiket seharga Rp 350-400 ribu. Padahal harga normal hanya Rp 100 ribu. Sedangkan untuk badminton dijual Rp 200-250 ribu, dari harga Rp 150 ribu di loket resmi.

    ADAM PRIREZA | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.