Polres Bekasi Beberkan Demonstrasi Massa Nyaris Rusak Kantor Desa

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi demo atau untuk rasa. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi demo atau untuk rasa. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepolisian Resor Metro Bekasi membekuk 1 orang diduga melakukan pengrusakan Kantor Desa Cibarusah Kota, Kabupaten, buntut demonstrasi soal pemilihan kepala desa pada Kamis, 30 Agustus 2018.

    Kantor desa itu dilempari batu oleh pria berinisial L karena tidak puas dengan hasil pemilihan kepala desa yang berlangsung pada 26 Agustus lalu. "Ada aksi demonstrasi, mereka tidak puas dengan hasil Pilkades," kata Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Candra Sukma Kumara, Ahad, 2 September 2018.

    Baca : Penjabat Wali Kota Bekasi Dicopot, Ini Kata Gubernur M Iriawan

    Candra memastikan bahwa peristiwa itu bukan sebuah kerusuhan, melainkan hanya aksi demonstrasi oleh sekelompok orang yang tak puas dengan hasil Pilkades.

    Menurut dia, ada puluhan orang pendukung calon petahanan mendatangi kantor desa, mereka ingin bertemu dengan panitia pemilihan kepala desa setempat. Namun, karena waktu sudah sore, panitia tak ada di tempat. "Mereka kesal karena tak ada yang bisa ditemui," ujar Candra.

    Sebagian dari sekelompok orang yang berunjuk rasa tersebut diduga melempar baru mengenai kaca depan kantor desa. Sebagian lain mencoret-coret dinding pintu masuk masuk menggunakan pilok warna merah dan hitam. "Kami sempat mengamankan tujuh orang, tapi hanya satu yang ditetapkan sebagai tersangka," kata dia.

    Tak ingin massa semakin beringas, polisi segera menenangkan, dan berlanjut pada mediasi. Soalnya, kata dia, persoalan pemilihan kepala desa bisa diselesaikan menggunakan mekanisme yang ada.

    Adapun mekanisme sengketa pilkades Kabupaten Bekasi diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 5 tahun 2018. Pihak yang keberatan dapat mengajukan keberatannya kepada Bupati Bekasi.

    Waktu pengajuan sudah dibuka sejak 30 Agustus lalu sampai 17 September. Dengan aturan itu, maka kepala daerah yang akan memutuskannya. "Sekarang sudah kondusif, tapi kami tetap melakukan penjagaan," ujar dia.

    Camat Cibarusah, Enop Chan menyesalkan terjadinya peristiwa pelemparan batu ketika sejumlah massa menggeruduk kantor desa tersebut. "Ada lima kandidat yang bertarung, tapi inkumben kalah dengan calon yang baru," ujar dia.

    Simak juga :
    Cerita Tamran Diberi Sandiaga Uno Tiket VIP Penutupan Asian Games

    Enop mengatakan, di wilayahnya ada enam desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa. Di antaranya di Desa Ridogalih, Ridomanah, Sirnajati, Cibarusah Jaya, Sindang Mulya, dan Cibarusah Kota. "Lima desa lainnya kondusif, tidak sampai ada yang demo," kata Enop.

    Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggelar pemilihan kepala desa secara serentak pada 26 Agustus lalu. Jumlah desa yang menggelar pesta demokrasi itu sebanyak 154 tersebar di 23 kecamatan. Adapun dengan jumlah calon kepala desa mencapai 465 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.