BPTJ Uji Coba JA Connexion Intermark BSD - Bandara Soekarno Hatta

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa dalam Flag off uji coba bus JA Connexion di Intermark BSD, Senin 3 September 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto.

    Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa dalam Flag off uji coba bus JA Connexion di Intermark BSD, Senin 3 September 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pelayanan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akam melakukan uji coba layanan Jakarta Airport Connexion (JA Connexion) rute Intermark Indonesia Bumi Serpong Damai (BSD) ke Bandara Soekarno Hatta pada 3 September-3 Oktober 2018.

    Baca juga: Ini 4 Perbedaan Ganjil Genap Asian Games dengan Asian Para Games

    Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengatakan uji coba menggunakan bus bermesin Hino warna biru yang dikelola Perum PPD. Di bagian tengah dalam bus, terdapat tempat untuk menyimpan tas dan koper penumpang, serta kursi yang seluruhnya menghadap ke depan, tidak seperti bus Transjakarta.

    "Ini angkutan kesembilan yang kami hadirkan ke Bandara Soekarno Hatta, yang sebelumnya kami luncurkan dari Mal Pondok Indah, Mal Taman Anggrek, serta Mal Kelapa Gading," kata Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, saat melakukan flag off uji coba pengoperasian JA Connexion di Intermark BSD, Senin, 3 September 2018.

    Menurut Bambang, bus yang sedang diuji coba ini berangkat setiap satu jam sekali. Ia yakin angkutan umum meningkat melebihi 4 persen dan modal share BPTJ 40 persen tahun ini akan tercapai.

    "Ini program pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan umum. Jadi, bisa intermoda, menghubungkan Tangsel dengan Jakarta serta di sekitar Tangsel dan perukimannya," ujar Bambang.

    "Semua rute akan kita layani, nanti kita bekerja sama dengan pemerintah daerah berapa bus yang diperlukan untuk melayani masyarakat dan lokasi mana saja yang peru kita hubungi," kata Bambang.

    Sejauh ini, Bambang menambahkan, pengembang perumahan kurang memperhatikan fasilitas angkutan umum, untuk itu pemerintah hadir dan jemput bola.

    "Kalau masyarakat diam saja, ya masyarakat nanti enjoy saja dengan angkutan pribadinya. Saat ini kita sudah melaunching 470 bus dan target saya 1000 bus, untuk rute Intermark BSD ke Bandara Soekarno Hatta dilayani lima bus," ucap Kepala BPTJ Bambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.