Tawuran Pelajar Sadistis Diawali Tantangan di Instagram

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di kampus/sekolah. Shutterstock

    Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di kampus/sekolah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta – Polisi menyebut tawuran pelajar antar geng yang memakan korban jiwa remaja 16 tahun di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, melibatkan puluhan pelajar pada Sabtu dini hari, 1 September 2018.

    Baca juga: Tawuran Pelajar Hingga Tewas, Jagoan Geng Gusuran Donat Ditangkap

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Stefanus Tamuntuan mengatakan tawuran yang terjadi di depan Apartemen Belleza itu melibatkan lebih dari 50 remaja yang masih berstatus pelajar.

    "Yang sudah ditangkap 11 orang. Mereka masih berstatus pelajar seluruhnya," kata Stefanus di kantornya pada Senin, 2 September 2018.

    Baca: Tawuran Pelajar Sadistis, Korban Dibacok Lalu Disiram Air Keras

    Polisi masih mengejar tersangka lain yang melakukan pembacokan terhadap remaja berinisial AH. Adapun tawuran tersebut melibatkan pelajar dari siswa Muhammadiyah Slipi dengan geng Gusdon atau Gusuran Donat di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan.

    Geng Gusdon terdiri dari siswa SMA Negeri 32 Cidodol, Madrasah Anajah dan Husni Thamrin. "Korban tewas berasal dari sekolah Muhammadiyah. Kami pastikan akan mengusut hingga tuntas kasus ini."

    Simak juga: Polisi Limpahkan Berkas Richard Muljadi ke Kejaksaan

    Stefanus mengatakan tawuran anter geng remaja ini dipicu akibat saling tantang anggota mereka di media sosial. Akhirnya mereka menyepakati pertemuan untuk tawuran pelajar di lokasi kejadian. "Mereka janjian tawuran lewat Instagram Jumat kemarin," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.