Rabu, 14 November 2018

Kasus Anak SD Keracunan Susu, Apa yang DIperiksa oleh Balai POM?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah kota Tangerang Selatan dr Hanum mengatakan bahwa hasil lab baru bisa di ketahui setelah lima hari dan susu yang diduga kedaluwarsa yang memicu keracunan para siswa SD itu diberikan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan Banten untuk diperiksa lebih lanjut.

    "Susu yang diduga kedaluwarsa kami kirimkan ke Badan POM Banten untuk diperiksa, baru kami kasih hari Ahad kemarin, 2 September 2018, kira- kira selesai lima hari," ujar Hanum.

    Baca : Keracunan Susu Kemasan, Sekolah Taruna Bangsa Ingin Cepat Selesai

    Hanum juga mengatakan bahwa apabila hasil uji lab terkait susu yang diduga kedaluwarsa sudah rampung, ia akan memberitahukan hasilnya. "Nanti kalau sudah keluar dikabari lagi, jangan lupa konfirmasi ke dinas kesehatan juga ya," dia menjelaskan.

    Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Banten Alex Sander mengatakan bahwa hasil laboratorium susu yang diduga kedaluwarsa kemungkinan baru bisa dilihat Kamis lusa. "Hasilnya belum keluar. Itu yang kami uji coba kan mikroba jadi kita lihat perkembangan bakterinya, yang di uji yakni produknya saja," kata Alex, Selasa 4 September 2018.

    Untuk sampel yang di uji, kata Alex, pihaknya menguji susu yang diduga kedaluwarsa dan susu yang tidak kedaluwarsa.

    Sebelumnya sekitar 30 anak Sekolah Dasar Taruna Bangsa yang berada di Jalan kayu Manis, komplek Bukit Nusa Indah, kelurahan Serua, Ciputat keracunan setelah meminum Susu kemasan.

    Simak juga :
    Pelaku Pungli dan Calo SIM di Jabodetabek, Ombudsman: Bebas Berkeliaran

    Menurut Wakil Kepala Sekolah SD Taruna Bangsa, Sulistianingsih, kejadian keracunan terjadi Kamis pagi pekan lalu sekitar pukul 10.00 wib, semua anak- anak dari kelas 1 sampai kelas 6 meminum susu sampel kemasan. Tak lama setelah meminum susu beberapa anak muntah-muntah.

    Susu yang memicu keracunan siswa ternyata sudah kedaluwarsa. Hal itu tertulis di kemasan tertanggal 26 Agustus 2018. Setelah minum susu, 30 siswa muntah- muntah dan lemas lalu sudah diatasi langsung oleh Puskesmas dan tim dokter Gintung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?