Pemeriksaan Raja Kerajaan Ubur Ubur di RSJ Grogol Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aisyah Tusalamah Baiduri Intan, pemimpin Kerajaan Ubur Ubur. Youtube.com

    Aisyah Tusalamah Baiduri Intan, pemimpin Kerajaan Ubur Ubur. Youtube.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Pembantaran Raja Kerajaan Ubur Ubur Aisyah Tusalamah Baiduri Intan di Rumah Sakit Jiwa Grogol, Jakarta Barat, diperpanjang. Alasannya, pemeriksaan terhadap Aisyah belum tuntas karena membutuhkan waktu untuk obsevasi lanjutan. 

    Baca juga: Raja di Kerajaan Ubur Ubur Telah Bertobat, Begini Pengakuannya

    "Tim kami sudah ke RS Grogol, hasil belum keluar karena masih dibutuhkan observasi lanjutan," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Serang Ajun Komisaris Besar Komarudin kepada Tempo, Kamis 6 September 2018. "Waktunya berapa lama lagi mereka tidak kasih tahu, mereka bilang belum selesai saja."

    Aisyah dibantarkan ke RS Jiwa Grogol pada 18 Agustus lalu untuk memastikan apakah wanita berusia 38 tahun itu mengalami gangguan jiwa atau tidak. Langkah ini ditempuh penyidik sebagai second opinion dari hasil tes kejiwaan pertama yang menyatakan Aisyah menderita depresi.

    Menurut Komarudin, pihak RS Jiwa Grogol awalnya menyampaikan, pengamatan terhadap Aisyah membutuhkan waktu antara 2 sampai 3 Minggu. "Kalau sudah lewat 3 Minggu berarti nambah waktu lagi," katanya.

    Komarudin mengatakan, saat ini penyidik masih fokus memeriksa dokumen tertulis dan video. Pemeriksaan ini melibatkan ahli bahasa. "Ahli bahasa baru menilai dari tata bahasa yang diucapkan di video," katanya.

    Baca: Sulit Dipecahkan, Begini Kode Harta Karun Kerajaan Ubur Ubur

    Sementara itu, untuk menelaah dokumen tertulis yang disita dari markas Kerajaan Ubur Ubur, Komarudin mengakui, ahli bahasa dan penyidik belum bisa memecahkan kode yang ditulis oleh Aisyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.