Film Ahok Tak Menyentuh Kehidupan Politik , Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) bersama warga melakukan salam dua jari saat

    Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) bersama warga melakukan salam dua jari saat "blusukan" berkampanye ke daerah Cililitan, Jakarta, 28 Desember 2016. Selain menyapa warga, Ahok juga meninjau saluran air dan jalan inspeksi Ciliwung. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, JakartaFilm berujudul "A Man Called Ahok" telah diperkenalkan pada Kamis 6 September
    2018. Sutradaranya, Putrama Tuta, menceritakan film mengangkat kisah hidup Ahok, sapaan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga ia menjadi Bupati Belitung Timur.

    Baca:
    Kisah Hidupnya Diangkat ke Film, Ahok: Boleh Asal Jujur

    Itu sebabnya, Putrama menambahkan, lebih dari 90 persen film yang akan dirilis pada akhir 2018 itu berlatar Belitung Timur. Ia mengatakan film tersebut juga tidak akan menyentuh kehidupan politik Ahok, termasuk bagaimana kiprah ayah dua anak itu di ibu kota.

    “Kami hanya mau menceritakan ke Indonesia bagaimana Ahok terbentuk," ujar dia di Bioskop XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 6 Februari 2018.

    Seperti diketahui, perjalanan politik Ahok di Jakarta mengantarnya kini harus mendekam di penjara karena dakwaan penistaan agama. Sebuah dakwaan yang menjeratnya di tengah kontestasi pilkada dimana dia terlibat sebagai inkumben.

    Baca juga:
    Saksi Tak Hadir, Sidang Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Ditunda Lagi

    Saat ini Ahok tengah menjalani vonis penjara selama dua tahun itu di Mako Brimob, Depok. Dari dalam selnya itu Ahok memberi izin sebagian kisah hidupnya itu difilmkan dengan syarat disampaikan secara jujur.

    Tujuannya, kata Rudi Valinka, penulis buku dengan judul yang sama dengan film, agar penonton bisa mendapatkan cerita secara utuh bagaimana pribadi Ahok terbentuk hingga akhirnya menjadi seperti sekarang. "Pak Ahok berantem dengan orang tuanya, dengan orang sekitar, ya kami ungkap," tutur Rudi. "Kami tidak bagus-bagusin. Kami tampilkan apa adanya."

    Semasa menjabat di ibu kota, diawali sebagai Wagub DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo sebagai gubernurnya pada 2012 lalu, Ahok memang dikenal kontroversial. Cara bicaranya blak blakan namun tegas dan terkenal mendorong transparansi. Dia di antaranya tidak takut bertengkar soal anggaran dengan anggota parlemen dan tak sungkan main pecat anak buahnya yang sudah digaji tinggi tapi malas.

    Baca juga:
    DPRD Minta Anggaran ke Anies Baswedan, Simak Saat Ahok Menolak

    Ahok dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, menggantikan Joko Widodo yang maju ke Pilpres, pada 19 November 2014 lalu. Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI setelah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.