Rabu, 14 November 2018

Mafia Tanah Aset DKI, Daftar Lahan yang Hilang dan Terancam Lepas

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DKI Telah Kehilangan Aset Tanah 19,7 Hektare

    DKI Telah Kehilangan Aset Tanah 19,7 Hektare

    TEMPO.CO, Jakarta - Lahan seluas 178.987 meter persegi (17,89 ha) yang pernah tercatat milik pemerintah DKI Jakarta akhirnya terlepas, setelah kalah di pengadilan. Kasus yang diduga karena permainan mafia tanah itu terjadi pada kurun waktu 2008-2016.

    Kasus teranyar adalah sengeketa tanah  seluas 2,9 hektare yang sekarang berdiri di atasnya kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Timur di Kebon Nanas, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

    Baca juga: Kasus Mafia Tanah Aset DKI Jakarta, Begini Pengakuan Tersangka

    Polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka pemalsuan surat-surat kepemilikan aset tanah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kedelapan orang itu diduga mafia tanah karena menggunakan surat-surat itu untuk menggugat DKI. Pengadilan tingkat pertama bahkan telah memenangkan mereka.

    Penetapan tersangka dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Para tersangka itu sebelumnya  mengaku sebagai ahli waris atas tanah  seluas 2,9 hektare yang sekarang berdiri di atasnya kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Timur di Kebon Nanas, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

    “Jadi ada delapan tersangka, yakni Sudarto dan tujuh orang yang mengaku sebagai ahli waris dari U,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu 5 September 2018.

    Berikut data kasus mafia tanah yang Tempo himpun terkait dengan kasus yang masih berlangsung di kepolisian, aset tanah yang masih dalam gugatan di pengadilan dan aset tanah DKI Jakarta yang telah hilang.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?