Jumat, 16 November 2018

Festival Jak-Japan Matsuri 2018 Hari Ini, Ada Mikoshi dan RAN

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertunjukan tarian kontemporer dengan pakaian khas Jepang di festival Jak-Japan Matsuri 2018 di GBK, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Pertunjukan tarian kontemporer dengan pakaian khas Jepang di festival Jak-Japan Matsuri 2018 di GBK, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival budaya pop Jak-Japan Matsuri 2018 kembali digelar di Gelora Bung Karno Senayan, hari ini, Sabtu 8 September 2018. Pada tahun ini, festival mengusung tema Indonesia and Japan Always Together. 

    Baca:
    AKB48 dan JKT48 Akan Meriahkan Jak-Japan Matsuri Malam Ini
    Hujan, Pengunjung Jak-Japan Matsuri 2017 Rela Bertahan Demi JKT48

    “Saya selalu datang setiap tahun karena memang suka yang berbau Jepang gitu,” ujar Mira Susanti, salah seorang pengunjung di festival Jak-Japan Matsuri 2018. 

    Mira datang bersama tiga temannya dari Bekasi. Ia sudah menunggu di depan pintu masuk sejak Pukul 09.30 WIB untuk festival yang digelar mulai Pukul 11.00.

    Jak-Japan Matsuri 2018 diselenggarakan selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu, 8-9 September 2018, mulai Pukul 11.00 hingga 21.00. Pada hari pertama, sejumlah band menghibur para pengunjung yang datang siang. Menjelang sore, panitia akan menampilkan parade Mikoshi pada pukul 14.55.

    Penampilan musik hari pertama akan ditutup dengan penampilan grup musik RAN pada Pukul 16.35 di panggung utama Jak-Japan Matsuri 2018. 

    Baca juga:
    Heboh Bakal Nikahi Polwan, Ahok: Saya Jawab Setelah Bebas

    Puluhan lapak penjual makanan dan suvenir khas Jepang juga tersedia. Masyarakat bisa mendapatkan makanan ringan seperti takoyaki, cumi bakar, okonomiyaki, hingga sushi di festival ini. Selain itu juga ada ringgo ame, permen apel khas Jepang. 

    Pengunjung juga bisa singgah di beberapa lapak milik perusahaan Jepang, seperti NHK World ataupun milik lembaga Japan Internasional Cooperation Agency (JICA). Mereka mengenalkan produk serta kebudayaan negara para samurai itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.