A Man Called Ahok, Simak Kisah Perjalanan dari Buku Menjadi Film

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film A Man Called Ahok. Istimewa

    Film A Man Called Ahok. Istimewa

    Ahok, kata Rudi, hanya berpesan agar film tersebut dibuat apa adanya, tanpa ada yang dikurangi atau ditambah. Tujuannya, agar masyarakat yang menonton bisa tau bagaimana cerita terbentuknya sosok seorang Ahok.

    Baca:
    Nicholas Sean Bacakan Surat Ayahnya di Pengenalan Film Ahok

    Selama proses produksi, Rudi mengatakan baik Ahok maupun keluarga selalu dilibatkan. Tim produksi pun melakukan penggalian data selama setahun terkait sosok Ahok selama hidup di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Mereka, kata Rudi, juga telah menunjukkan skrip film tersebut kepada Ahok. "Ketika beliau baca skripnya, dia happy," kata Rudi.

    Kue Selamat Ulang Tahun ke 52 buat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dikirimkan ke Mako Brimob. Istimewa

    Film A Man Called Ahok akan dirilis pada November 2018 nanti. Karya garapan sutradara Putrama Tuta itu akan bercerita tentang hubungan Ahok dengan ayahnya, Tjung kim nam, serta berbagai intrik dalam kehidupannya selama di Belitung Timur. Dalam film itu, aktor Daniel Mananta atau VJ Daniel akan memerankan tokoh Ahok.

    Semasa menjabat di ibu kota, diawali sebagai Wagub DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo sebagai gubernurnya pada 2012 lalu, Ahok memang dikenal kontroversial. Cara bicaranya blak blakan namun tegas dan terkenal mendorong transparansi. Dia di antaranya tidak takut bertengkar soal anggaran dengan anggota parlemen dan tak sungkan main pecat anak buahnya yang sudah digaji tinggi tapi malas.

    Baca juga:
    Ahok, Djarot dan Perempuan Jawa, Ini Kata Ketua DPRD

    Ahok dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, menggantikan Joko Widodo yang maju ke Pilpres, pada 19 November 2014 lalu. Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI setelah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.