Jual Minuman ke Sopir Truk, 10 Preman Jalanan Bekasi Diringkus

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi preman. Google.com

    Ilustrasi preman. Google.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota meringkus 10 preman yang kerap meresahkan masyarakat di wilayah setempat. Sebabnya, para preman itu sering meminta uang dengan berbagai modus.

    Baca: Razia Preman, Polres Depok Tangkap Pak Ogah, Pengamen, dan Timer

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota Ajun Komisaris Besar Jarius Saragih mengatakan para preman yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan sesuai dengan pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, antara lain AS, 41 tahun, NF (34), S (49), W (33), FY (27), S (32), MT (41), RW (42), FS (49), dan H (32).

    "Kami tangkap kemarin pagi di enam lokasi berbeda di wilayah Medansatria," kata Jarius pada Ahad, 9 September 2018.

    Jarius mengatakan modus para preman tersebut untuk mendapatkan uang, yaitu menjual minuman kemasan botol dengan harga lebih tinggi kepada pengguna jalan yang terjebak kemacetan. "Harga umumnya Rp 3.000-4.000, tapi mereka menjual secara paksa Rp 5.000-10.000," kata dia.

    Selain menjual minuman, modus operasi lainnya menjadi pengatur lalu lintas. Ia mengatakan para tersangka kerap memaksa pengguna jalan untuk membeli minuman atau memberikan uang. Kasus ini sempat viral setelah sejumlah sopir truk menjadi korban.

    "Pelaku mengancam akan merusak atau mengambil barang yang dibawa jika tak diberi uang," kata Jarius.

    Mendapatkan keluhan itu, polisi bergerak cepat pada Sabtu pagi, 8 September 2018. Polisi menangkap para tersangka ketika beroperasi di sejumlah titik, seperti di simpang Sultan Agung, Harapan Indah, Alexindo, Jalan Wahab Affan, jembatan irigasi Medansatria, dan simpang Kaliabang Gatet.

    Baca: Kapolda Metro Jaya Instruksikan Bentuk Satgas Berantas Preman

    Dari hasil penangkapan para tersangka premanisme ini, penyidik Kepolisian Sektor Medansatria menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 400 ribu. Kini para tersangka mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.