Minggu, 18 November 2018

Begini Perbedaan Jak-Japan Matsuri 2018 dengan Tahun Sebelumnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ryo Nakamura Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan Kedubes Jepang saat ditemui di acara festival Jak-Japan Matsuri 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Ryo Nakamura Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan Kedubes Jepang saat ditemui di acara festival Jak-Japan Matsuri 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengusung tema Indonesia and Japan Always Together, Festival Jak-Japan Matsuri 2018 menampilkan sajian berbeda dibandingkan festival tahun sebelumnya.  

    Baca: Isyana dan Raisa Meriahkan Hari Kedua Jak-Japan Matsuri 2018

    Festival pop culture Jak-Japan Matsuri ini sudah digelar 10 kali di Jakarta. Pada satu dekade perhelatannya tahun ini, Jak-Japan Matsuri 2018 juga menjadi perayaan hubungan diplomasi ke-60 tahun antara kedua negara. 

    "Jepang dan Indonesia punya hubungan persahabatan yang sangat erat. Festival ini merupakan cara mengeratkan hubungan itu melalui pertukaran kebudayaan dan makanan," ujar Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang Ryo Nakamura di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Ahad, 9 September 2018. 

    Puluhan orang mengarak Mikoshi, kuil portable berukuran kecil di Jak Japan Matsuri, di GBK, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Ryo mengatakan di festival tahun ini pertunjukan kebudayaan, makanan, dan pertunjukan musik yang dihadirkan tidak hanya dari Jepang saja, namun juga dari Indonesia. Sehingga, Ryo berharap orang Jepang yang datang juga bisa merasakan budaya Indonesia secara langsung.

    Jak-Japan Matsuri 2018 digelar selama dua hari, yaitu Sabtu 8 September dan Ahad 9 September. Acara di festival mulai pada pukul 11.00 dan berakhir pukul 21.00. Dengan harga tiket masuk sebesar Rp40 ribu rupiah, para pengunjung akan mendapatkan kipas, pulpen, dan satu eksemplar koran berbahasa Jepang. 

    Selama pergelaran festival, sejumlah atraksi khas Jepang menghibur para pengunjung yang datang, seperti parade mikoshi atau kuil Shinto portable dan tarian kontemporer berpakaian adat Jepang. Selain itu ada juga pertunjukan musik dari grup musik asal Indonesia seperti RAN dan Jepang seperti AKB48. 

    Para pengunjung mengantre memesan takoyaki dan cumi bakar khas Jepang di festival Jak-Japan Matsuri 2018 di GBK, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Untuk wisata kuliner, tersedia panganan Jepang seperti takoyaki, okonomiyaki, cumi bakar, ringgo ame atau permen apel, taiyaki atau kue ikan, yakisoba, ramen, dan nasi kari. Sedangkan untuk makanan khas Indonesia, juga tersedia nasi goreng, mie goreng, dan bubur ayam.

    Baca: Cumi Bakar dan Takoyaki Laris Manis di Jak-Japan Matsuri 2018

    Lebih lanjut, Ryo mengatakan Kedutaan Besar Jepang juga sudah menyiapkan beberapa acara lain untuk merayakan 60 tahun hubungan diplomasi itu. Menurut dia, Jak-Japan Matsuri hanya salah satu cara merayakannya melalui pertunjukan kebudayaan. "Setelah festival ini akan ada pertandingan sepak bola persahabatan antara Tokyo FC melawan Bhayangkara FC," ujar Ryo. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.