Cerita Dua JPO di Jakarta Selatan Berlubang dan Beratapkan Langit

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi JPO Halte Busway di Jembatan Besi tampak memprihatinkan tanpa atap, Kamis 9 November 2017. Gubernur DKI Jakarta berjanji akan segera mengevaluasi sejumlah fasilitas publik. Foto: TEMPO/Dewi N

    Kondisi JPO Halte Busway di Jembatan Besi tampak memprihatinkan tanpa atap, Kamis 9 November 2017. Gubernur DKI Jakarta berjanji akan segera mengevaluasi sejumlah fasilitas publik. Foto: TEMPO/Dewi N

    TEMPO.CO, Jakarta -Puluhan Jembatan Penyeberangan Orang alias JPO di banyak titik di Ibu Kota masih perlu perbaikan. Diantaranya JPO di Jalan Prof. DR. Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan yang berada persis di depan Menara Standard Chartered.

    Berdasarkan pantauan Tempo, sebagian atap JPO itu tak tertutup fiber. Alhasil, pejalan kaki yang melintas di JPO akan terkena cahaya matahari ataupun air hujan. Atap yang terbuka juga tampak di dekat tangga JPO.

    Baca : Koalisi Pejalan Kaki Rekomendasikan 30 JPO di DKI Dirobohkan

    Yusup, pria paruh baya yang sedang tidur di JPO menganggap, sebaiknya seluruh atap JPO tertutup fiber. Dengan begitu, pejalan kaki tak terganggu saat hujan turun. Dia berujar, kondisi atap JPO yang terbuka sudah sejak 2013.

    "Saya di sini dari 2012. Kalau begini air hujannya jadi masuk," kata Yusup, pria 69 tahun itu.

    JPO itu dicat biru dan beralaskan beton. Di tiang atap JPO terpasang empat lampu. Menurut Yusup, lampu itu kini berwarna putih sejak Asian Games 2018. Sebelum perhelatan olahraga internasional itu berlangsung, lampu berwarna kuning remang. "Dulu kuning jadi remang-remang. Sekarang sudah terang," ujar dia.

    Tempo juga menelusuri JPO berlokasi di Pasaraya Blok M di Jalan Iskandarsyah Raya, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan pemberitaan media massa, kondisi JPO ini sebelumnya dikabarkan tak layak pakai.

    Pantauan Tempo, anak tangga JPO ini sudah dicat kuning di masing-masing sisi kanan dan kiri. Dinding JPO pun tampak bersih dan baru dicat putih. Lampu juga terpasang di atap anak tangga.

    Meski begitu, masih ada lubang-lubang kecil di sepanjang lantai jalan JPO. Terhitung ada enam lubang di lantai berbahan palt aluminium itu.

    Simak pula :
    Dinas Bina Marga DKI Batalkan Aggaran Pembangunan JPO, Sebab...

    Sebelumnya, Koalisi Pejalan Kaki (KPK) mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merobohkan sekitar 30 JPO karena dianggap bermasalah atau membahayakan keselamatan pejalan kaki. KPK menjaring kebutuhan itu dari aplikasi pengaduan masyarakat yang dimilikinya.

    JPO bermasalah yang dimaksud seperti JPO di Daan Mogot, Stasiun UPI, Gatot Subroto, TB Simatupang, dan Kampung Bandan. JPO Daan Mogot kini miring setelah tertabrak kendaraan yang melaju di bawahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.