Pencemaran Sungai Cileungsi, Tiga Parameter Lebihi Ambang Batas

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor yang hitam pekat diduga berasal dari pembuangan limbah pabrik di kawasan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin, 27 Agustus 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor yang hitam pekat diduga berasal dari pembuangan limbah pabrik di kawasan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin, 27 Agustus 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor telah menyelesaikan hasil uji lab pencemaran di Sungai Cileungsi dengan melihat baku mutu air. Hasilnya positif sungai yang melintasi Kabupaten Bogor dan Bekasi ini terkontaminasi oleh bahan berbahaya.

    Baca juga: Pencemaran di Kali Bekasi Menjadi Perhatian Pemerintah Pusat

    “Ada tiga parameter yang kami uji kan, dan kesemuanya melebihi ambang batas yang ditentukan, sudah pasti air itu tercemar,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Pandji Ksatryadi saat ditemui Tempo, Senin 10 September 2018.

    Meski Pandji tidak menyebutkan apa saja parameter yang diujikan, Ia menegaskan akibat dari pencemaran itu aliran Sungai Cileungsi hanya dapat digunakan untuk mandi dan mencuci namun tidak dapat dikonsumsi.

    “Kami sedang menelusuri perusahaan mana yang mencemari sungai itu,” kata Pandji.

    Sebelumnya saat melakukan peninjauan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menemukan satu pipa pabrik yang mengaliri air limbahnya langsung ke badan sungai.

    “Tapi tidak bisa dikatakan itu yang mencemari, pada dasarnya yang boleh membuang limbah ke sungai harus melalui proses Ipal,” kata Pandji.

    Bahkan, dikatakan Pandji, total ada kurang lebih 12 pipa pabrik yang mengaliri limbahnya langsung ke badan Sungai Cileungsi. “Nanti kita telusuri satu persatu pabriknya,” kata Pandji.

    Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ilham Permana menegaskan, pihaknya telah melakukan rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor untuk segera menyelesaikan persoalan pencemaran Sungai Cileungsi.

    Simak juga: Pencemaran di Sungai Cileungsi, Pengaduan Warga Tak Berbalas

    “Hasilnya kita akan tindak lanjuti terkait temuan temuan, dan kita akan sidak ke perusahaannya,” kata Ilham

    Aliran Sungai Cileungsi diduga mengalami pencemaran parah sejak tiga bulan lalu. Hal itu dibuktikan dengan perubahan warna kali menjadi hitam dan aroma bau menyengat yang keluar dari kali tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.