Sejarawan Ditemukan Telah Meninggal di Rumahnya Dikenal Tertutup

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peti jenazah. deathandtaxesmag.com

    Ilustrasi peti jenazah. deathandtaxesmag.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kota Bekasi, menunggu hasil visum jenazah Peter Kasenda. Sejarawan, pengajar, dan penulis sejumlah buku tentang Presiden Sukarno ini ditemukan di kediamannya telah meninggal dengan kondisi jasadnya bengkak dan mengumbar bau.

    Baca berita sebelumnya:
    Jenazah Sejarawan Peter Kasenda Diotopsi Besok
    Sejarawan Peter Kasenda Ditemukan Telah Meninggal di Rumahnya

    Peter ditemukan telah meninggal di rumahnya di Perumahan Jatikramat Indah Sari Gaperi, RT 06 RW 06, Kelurahan Jatibening Baru, Senin 10 September 2018. “Jenazah sudah di Rumah Sakit Polri, Kramajati, Jakarta Timur untuk diperiksa secara medis,” kata Kapolsek Pondok Gede, Komisaris Suwari, Senin 10 September 2018.

    Suwari mengatakan, hasil identifikasi sementara dari kepolisian setempat menunjukkan tak ada bekas atau tanda penganiayaan. Karena itu, Peter diduga telah meninggal beberapa hari lalu karena sakit. Tapi, untuk pastinya menunggu hasil pemeriksaan medis.

    Menurut keterangan saksi, Suwari menambahkan, Peter tergolong tertutup terhadap para tetangganya. Adapun aktivitas yang kerap terlihat oleh warga yaitu keluar rumah lalu pulang lagi. Sehingga tak banyak berinteraksi dengan warga setempat. "Dia tinggal sendirian, tidak ada keluarganya," ujar Suwari.

    Baca juga:
    DKI Ajukan 7000 Lowongan CPNS ke Pusat

    Peter diduga telah meninggal lebih dari dua hari saat ditemukan Sebab, jenazahnya sudah mengeluarkan aroma tak sedap. Warga setempat yang menemukan segera melapor ke kepolisian, lalu mendobrak rumahnya karena dalam kondisi terkunci dari dalam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.