Senin, 17 Desember 2018

Cerita Tetangga Tentang Peter Kasenda Sebelum Ditemukan Meninggal

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peter Kasenda. alumnisejarahui.id

    Peter Kasenda. alumnisejarahui.id

    TEMPO.CO, Bekasi - Sejarawan Indonesia Peter Kasenda ditemukan meninggal di dalam rumahnya, Senin pagi, 10 September 2018. Diduga penulis buku Bung Karno itu telah menghembuskan nafas terakhir sejak tiga hari sebelumnya. Sebab tubuh Peter sudah bengkak dan mengeluarkan aroma tak sedap. 

    Baca: Sejarawan Ditemukan Meninggal di Rumahnya Dikenal Tertutup

    Menurut tetangga, Peter selama ini tinggal sendiri di Perumahan Jatikramat Indah Sari Gaperi, Jalan Bukit Dago, RT 6 RW 6 Blok T Nomor 7, Kelurahan Jatibening Baru Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi. Tak ada yang tahu pasti, kapan pria itu meninggal.

    "Sudah ada yang curiga sejak kemarin, karena tercium aroma tidak sedap dari rumahnya," kata Suhendi,  Ketua RT setempat.

    Menurut Suhendi, kecurigaan baru muncul setelah petugas keamanan perumahan datang ke rumah Peter untuk mengantar barang kiriman. Petugas itu curiga karena dari dalam rumah tercium aroma tak sedap. "Lampunya menyala, tapi tidak ada orang yang menyahut dari dalam rumah," kata dia.

    Kecurigaan inilah yang membuat tetangga melapor ke Polsek Pondok Gede. Pintu rumah Peter akhirnya didobrak. "Ternyata benar sudah meninggal, jenazah berada di kamar depan dalam posisi tengkurap," kata Suhendi.

    Suhendi mengaku sepekan sebelumnya dia masih bertemu dengan Peter Kasenda. Saat itu ia menilai tubuh Peter terlihat lebih kurus dibandingkan sebelumnya. Dia menduga Peter sedang sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.