Pelajar Tawuran Divonis Penjara 4 Tahun, Jaksa Wait and See

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Jaksa menyatakan pikir-pikir terhadap vonis bersalah yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang terhadap FF, pelajar pelaku tawuran sadistis pada 31 Juli 2018 lalu. Majelis hakim menghukum FF penjara selama empat tahun, atau lebih ringan satu tahun daripada tuntutan jaksa.

    Baca berita sebelumnya:
    Tawuran Sadistis, Pelajar Ini Divonis Penjara 4 Tahun

    “Iya kami masih pikir- pikir dulu, kan ada waktu tujuh hari saya minta petunjuk dengan atasan saya terlebih dulu,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shinta Ratnaningsih, seusai persidangan, Senin 10 September 2018.

    Shinta menyatakan sekaligus menunggu langkah dari penasihat hukum FF atas vonis tersebut. Belum ada pernyataan tentang langkah hukum berikutnya. Sementara keluarga korban menunjukkan kemarahan atas vonis yang dijatuhkan itu.

    FF, pelajar dari SMK Bhipuri Serpong, sebelumnya didakwa sebagai pelaku tawuran antar pelajar pada 31 Juli 2018. Saat itu tawuran dilakukan pelajar sekolah itu dengan pelajar dari SMK Sasmita Jaya 1 di Jalan Raya Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan.

    Baca juga:
    KPAI: Ada 202 Pelajar Terjerat Hukum Karena Tawuran 2017-2018 
    Dua Kesaksian Palsu Dalam Tawuran Sadistis Geng Pelajar Gusdon

    Akibat tawuran itu satu orang yakni Ahmad Fauzan dari SMK Sasmita Jaya 1 menderita luka tertancap parang di wajahnya. Sempat dilarikan ke rumah sakit lalu mendapat perawatan intensif, nyawa Ahmad akhirnya tak tertolong. Remaja itu meninggal pada 7 Agustus 2018.

    Peristiwa tawuran itu mendapat perhatian hingga Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Wahidin Halim memanggil kedua sekolah yang terlibat tawuran itu dan juga dinas pendidikan setempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.