Minggu, 23 September 2018

Jokowi Ingin Sungai Ciliwung Bersih, Ini Tantangannya

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas memperbaiki jaring penahan sampah yang rusak di aliran Sungai Ciliwung, Jakarta, 20 Mei 2018. Jaring tersebut rusak akibat tidak kuat lagi menahan sampah yang melebihi batas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Seorang petugas memperbaiki jaring penahan sampah yang rusak di aliran Sungai Ciliwung, Jakarta, 20 Mei 2018. Jaring tersebut rusak akibat tidak kuat lagi menahan sampah yang melebihi batas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkesan dengan Sungai Cheonggyecheon di Kota Seoul yang bersih dan indah. Ia berharap  Sungai Ciliwung di Jakarta bisa ditata layaknya Sungai Cheonggyecheon.

    Baca:
    Jokowi Ingin Daya Tarik Sungai Korea Pada Ciliwung, Mungkinkah?

    Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono menyambut baik keinginan Presiden Jokowi itu. Untuk mewujudkan harapan itu, tentu saja harus ada program komprehensif berskala nasional sebagai tindak lanjut. Sebab kewenangan terbesar penanganan Ciliwung ada pada pemerintah pusat."Ini untuk mengikat dua pemerintah daerah (Jakarta dan Jawa Barat)," kata Andono, Selasa, 11 September 2018.

    Untuk memperbaiki kondisi Ciliwung, kata Andono, perlu ada waduk yang nantinya berfungsi sebagai tempat penampungan air. Pemerintah saat ini tengah membangun bendungan di Ciawi dan Sukamahi, Kabupaten Bogor. Andono berharap pembangunan bendungan segera rampung karena akan berkontribusi besar untuk memperbaiki kondisi Ciliwung.

    Baca:
    Jalan Bareng Wali Kota, Jokowi Ingin Ciliwung Tiru Cheonggyecheon

    Andono menjelaskan, dengan tidak adanya waduk, air Ciliwung terlihat pekat saat musim kemarau. Sebab aliran Ciliwung dipenuhi limbah dan kotoran. "Jadi nanti kalau sudah ada waduk, ketika kemarau air bisa dialirkan sedikit demi sedikit,” katanya. “Sehingga debit air Ciliwung stabil dan kualitasnya tetap bagus."

    Menurut Andono, aliran Ciliwung saat ini tercemar koli tinja. Pencemaran itu sudah terjadi sebelum aliran masuk ke wilayah Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian, sampel air Ciliwung yang diambil dari Kelapa Dua, Depok, telah mengandung koli tinja sekitar 40 ribu per 100 mililiter. "Sudah mendekati batas konsentrasi yang ditetapkan," katanya.

    Baca:

    Normalisasi Sungai Ciliwung, Sandiaga Uno Lanjutkan Program Ahok


    Pencemaran di Ciliwung, kata Andono, 70 persen disumbang dari limbah rumah tangga. Sedangkan sisanya berasal dari limbah industri. Jika Jokowi ingin Sungai Ciliwung ditata seperti Sungai Cheonggyecheon, maka masalah-masalah itu harus dituntaskan terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.