Jumat, 21 September 2018

Kecelakaan Truk Lindas Pemotor, Warga Kalideres Tuntut Operator

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.youtube.com

    Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Kelurahan Tegal Alur, Kalideres menuntut operator perusahaan truk menerapkan pembatasan jam operasional akibat sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

    Baca: Tujuh Truk Rusak Diamuk Massa Setelah Melindas Pemotor

    Lurah Tegal Alur Moch. Suratman saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 11 September 2018 mengatakan warganya telah menuntut pembatasan jam operasional truk. Kendaraan itu sering melintas pada saat masyarakat melakukan aktivitas dan menyebabkan kecelakaan.

    "Tuntutan warga hanya pembatasan jam operasional menjadi jam 21.00 WIB hingga 05.00 WIB. Jadi, tidak banyak," ujarnya.

    Suratman telah mengundang operator perusahaan truk muatan untuk upaya mediasi dan mendiskusikan hal tersebut. Namun operator perusahaan truk belum mendatanginya.

    "Mudah-mudahan besok atau lusa akan ada mediasi dengan perusahaannya karena selama ini tuntutan warga belum terpenuhi," jelasnya.

    Aspirasi warga ini telah ditampung di Kecamatan Kalideres pada hari Senin, yaitu sebelum peristiwa kecelakaan truk melindas pengendara motor. Aspirasi ini akan diteruskan ke tingkat kota.

    Anggota Lembaga Masyarakat Kota yang juga tokoh masyarakat di Kecamatan Kalideres, Yasin mengungkapkan aksi protes warga yang melempari truk muatan dengan batu merupakan puncak dari kegeraman warga.

    Truk muatan pasir yang menuju proyek reklamasi Teluk Jakarta - Banten itu kerap menjadi penyebab kecelakaan di wilayahnya. Truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. "Ini aksi massa yang ketiga dan yang paling besar," ungkap Yasin.

    Bila hal ini masih terus terjadi, kemungkinan akan ada aksi yang lebih besar.

    Perihal warga yang geram atas kejadian tersebut dan melakukan pengrusakan pada sejumlah truk dibenarkan oleh Ketua RW 15 Kelurahan Tegal Alur Sarbani Misar.

    Sarbani mengungkapkan, setelah kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut, warga Kalideres  tak hanya melakukan pengrusakan pada truk yang melindas warga bernama Abdullah, 28, warga Kembangan Jakarta Barat.

    Sejumlah truk lainnya yang berada di belakang truk pelindas warga tersebut turut menjadi sasaran sweeping warga sekitar. Mereka melempari truk dengan batu besar saat kendaraan melintas.

    "Warga di isini memang emosinya tak terbendung lantaran kesal truk melintas di jam-jam ramai aktivitas warga. Ada ibu-ibu yang mengantar anak sekolah, karyawan berangkat naik motor," ujar Sabrani.

    Baca: Kronologi Kecelakaan Truk Tanah vs Pemotor dan Memicu Amuk Massa

    Sabrani pun menambahkan truk-truk tersebut selain menimbulkan kemacetan, juga sering menimbulkan kecelakaan. Oleh karenanya, dia berharap agar aspirasi warga mengenai pembatasan jam operasional truk muatan didengar pejabat setempat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.