Rabu, 14 November 2018

1.500 Warga Bekasi Ikut Kegiatan Pungut Sampah World Clean Up Day

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan dari Indorelawan memungut sampah di area Gelora Bung Karno (GBK), tempat penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta, 1 September 2018. Tempo/Amston Probel

    Relawan dari Indorelawan memungut sampah di area Gelora Bung Karno (GBK), tempat penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta, 1 September 2018. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Bekasi - Sebanyak 1.500 warga Kabupaten Bekasi ditargetkan ikut kegiatan pungut sampah massal sedunia bertajuk World Clean Up Day. Kegiatan itu digelar serentak pada Sabtu 15 September 2018.

    Baca: Tempat Pembuangan Akhir Sampah Lulut - Nambo Segera Dibangun

    "Kegiatan World Clean Up Day ini dilakukan serentak hampir di seluruh Kota Kabupaten dan juga di lebih dari 150 negara," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Jaoharul Alam di Cikarang, Rabu, 12 September 2018.

    Di Kabupaten Bekasi, kegiatan memungut sampah akan dipusatkan di persimpangan Sentra Grosir Cikarang. Dari sana, warga Bekasi bergerak ke arah selatan menuju aliran Sungai Citarum.

    "Di saat bersamaan semua warga di lokasi masing-masing melakukan hal yang sama," tambahnya.

    Jaoharul menjelaskan 1.500 warga yang akan mengikuti kegiatan tersebut di antaranya aparat kepolisian dan TNI, komunitas pecinta lingkungan, LSM dan Ormas, aparatur pemerintahan dari Dinas hingga Kecamatan dan Desa, serta warga sipil.

    "Jumlah itu berdasarkan hasil rapat kita tadi pagi, kemungkinan lebih dari itu jika segenap lapisan masyarakat mau berpartisipasi," lanjutnya.

    Teknis pelaksanaan sendiri saat kegiatan nanti DLH Kabupaten Bekasi mengerahkan sedikitnya enam armada truk pengangkut sampah yang bertugas mengumpulkan sampah yang telah dipungut peserta kegiatan.

    "Sampah-sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah antara sampah organik dan non organik sebelum dimasukkan ke dalam truk sampah dan diangkut ke TPA Burangkeng," katanya.

    Untuk pengoptimalan kegiatan ini pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat turut berpartisipasi dalam aksi pungut sampah ini di lingkungan masing-masing.

    "Yang jelas tujuan dari aksi ini kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli dengan sampah, karena mereka sudah sadar akan bahaya sampah. Selain itu, kami berharap masyarakat juga bisa melakukan bersih-bersih di luar kegiatan ini," jelasnya.

    Karena, menurut dia persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bekasi semata melainkan juga butuh dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat.

    Baca: Puji Relawan Punguti Sampah, Begini DKI Berterima Kasih

    "Semoga World Clean Up Day ini menjadi titik awal masyarakat lebih peduli kebersihan dan setelah kegiatan ini berakhir tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan sehingga Kabupaten Bekasi lebih bersih dan Bersinar," terangnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?