Rabu, 14 November 2018

Bentrokan Ormas PP dan FBR di Gancit, Polisi : Sudah Didamaikan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih menyelidiki penyebab meluasnya bentrokan antara organisasi massa Pemuda Pancasila dan Forum Betawi Rempug (FBR), Selasa kemarin. Bentrokan dua ormas itu di Tangerang Selatan diduga meluas hingga Jakarta Selatan.

    Baca: Polisi Sebut Tawuran Antarkelompok di Gandaria Tidak Ada Korban

    Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan bentrokan antara kedua ormas tersebut awalnya terjadi di Cireundeu dan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Namun pada sore hari, tawuran antara Ormas PP dan FBR meluas ke kawasan Jakarta Selatan.

    "Sekarang kondisi sudah aman. Keduanya sudah didamaikan," kata Indra di Jakarta, Rabu 12 September 2018. "Tapi kami masih menyelidiki penyebabnya dan kedua belah pihak akan kami panggil."

    Indra mengatakan bentrokan antara dua ormas itu sempat terjadi di kawasan Gandaria City dan Cipulir. Namun, gesekan di kawasan Gandaria City bisa diredam karena di lokasi tersebut ada pengawasan masyarakat yang mau pawai obor.

    "Hanya kerugian materil saja. Seperti kaca yang pecah akibat lemparan bantu," ujarnya. "Bentrok fisik belum terjadi."

    Menurut dia, bentrokan antara kedua ormas ini semakin meluas karena ada penyebaran informasi yang tidak benar di media sosial. Walhasil, salah satu kelompok terpancing dan mau melakukan serangan balasan.

    Untuk mencegah bentrokan kedua ormas ini terulang kembali, polisi telah melakukan pendekatan kepada mereka. Selain itu, kedua belah pihak diminta untuk menahan diri dan kooperatif saat dimintai keterangan oleh polisi.

    "Bentrokan ini informasi yang beredar karena ada pencabutan bendera. Seperti itu isunya," ucapnya.

    Polisi, kata Indra, sedang mengidentifikasi orang yang terlibat dalam bentrokan ini. Sebab, ada satu orang yang menjadi korban luka akibat lemparan batu.

    "Yang jadi korban bukan dari kedua kelompok itu," ucapnya.

    Selain itu, polisi juga masih terus mengawasi pos kedua ormas tersebut dan rutin patroli di lokasi yang dianggap rawan. "Masing-masing ormas juga sudah kami datangi. Mereka cukup kooperatif dan mau melakikan perdamaian," katanya.

    Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila DKI Jakarta Thariq Mahmud mengatakan pihaknya telah menempuh upaya perdamaian terkait dengan bentrokan dengan FBR. "Dibantu polisi kami sudah berdamai."

    Baca: Tawuran di Gandaria, Dipicu Bentrokan FBR dan PP di Ciledug?

    Menurut dia, tawuran terjadi karena kesalahpahaman yang terjadi di kawasan Cireundeu dan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Saat itu, iring-iringan anggota FBR mencabut bendera PP seusai melakukan konvoi. "Masalah ini sudah kami anggap selesai."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?